UNJ Tidak Aman, Salah Siapa?

2 Comments

Tindak pencurian keran kloset di FIP UNJ membuktikan bahwa UNJ rawan tindak kejahatan. Dari data yang didapat Didaktika, selama Mei-Desember 2011, ada 35 kasus kejahatan yang tercatat di keamanan UNJ. 32 kasus didominasi kasus pencurian. Sedangkan sisannya penjambretan, perjudian, dan perkelahian.

Kondisi kemanan UNJ yang rawan tindak kejahatan banyak dikeluhkan sivitas akademika, Rahmat Fauza salah satunya, mahasiswa Sejarah 2008 ini mengaku pernah kehilangan helm. “Padahal saya bayar parkir sudah seribu (sebelumnya Rp.500), tapi kemanan kampus masih tidak aman,” keluhnya.

Rama Dwi Cahya mahasiswa ISP 2009 malah lebih apes, dia pernah kehilangan laptop di gedung Unit Kegiatan Mahasiswa. “Tingkat kemanan di UNJ masih sangat kurang, tiap gedung masih tidak memiliki personel kemanan, seharusnya kan ada” ujarnya.

Tentang kurangnya personel kemanan, Bambang Supriyadi Kepala Keamanan UNJ mengamininya. Menurutnya jumlah anak buahnya memang belum sepadan dengan jumlah gedung yang ada di UNJ. “Saya sudah berkali-kali minta penambahan personel kemanan dari kampus, tapi tidak dikabulkan,” cerita Bambang. Kemanan UNJ kini memiliki 73 personel yang tersebar di empat kampus UNJ. “Ini baru ditambah sepuluh personel oleh kampus setelah empat tahun pengajuan,” tambah Bambang.

Bambang juga menghimbau kepada sivitas akademika untuk turut menjaga kemanan kampus, karena disamping kurangnya personel, pihak kemanan selalu dijadikan kambing hitam saat ada tindak kejahatan di kampus.

 

 

Data tindak Kriminalitas di UNJ Mei-Desember 2011

Sumber: Laporan Evaluasi Security UNJ 2011, diolah Pusat Data dan Informasi DIDAKTIKA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggar Septiadi

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *