Tambal Sulam Biaya Wisuda

4 Comments

DIDAKTIKA-Jakarta Pelaksanaan wisuda tahun 2011 menuai berbagai kritik dan protes. Salah satunya mengenai kenaikan biaya wisuda yang terjadi. Hasil survey MTM UNJ menunjukkan 94% wisudawan semester genap tidak setuju atas kenaikan biaya tersebut.

Lonjakan biaya yang terjadi memang cukup drastis. Wisudawan semester ganjil (Maret 2010) dikenakan biaya Rp.500.000 sementara di semester genap (September 2011), biaya naik menjadi Rp.800.000 ditambah Rp.25.000 untuk biaya alumni.

Puncak kesal wisudawan terjadi saat pelaksanaan wisuda karena biaya yang melambung tidak sepadan dengan fasilitas yang didapat. “Kapasitas gedung tidak dapat menampung seluruh peserta. Peserta wisuda termin kedua mendapat makanan yang sudah basi, toga yang diberikan berkualitas minim, bahan baju tipis, kancing-kancing baju copot, serta tali toga rusak,” ujar Farid, Kepala Divisi Sosial Poilitik BEM UNJ.

Kapasitas Gedung Serba Guna UNJ yang dijadikan tempat wisuda sejatinya memang tidak dapat menampung sejumlah wisudawan yang pada September lalu berjumlah 2803. Solusi untuk membagi dua gelombang wisuda juga tidak menjawab masalah kapasitas gedung, karena banyak wisudawan banyak membawa keluarga. Alhasil sanak wisudawan harus rela berada di luar Gedung.

“Katanya, ada kenaikkan biaya wisuda tapi kok wisudanya (mengecewakan) seperti ini,” keluh salah satu orang tua wisudawan FBS kepada Didaktika September lalu. Menyoal alasan kenaikan biaya tersebut, Pembantu Rektor II UNJ Suryadi menyatakan bahwa, ini merupakan akibat dari kekurangan dana kegiatan wisuda yang terjadi di tahun sebelumnya. Ditambah kampus juga tidak menganggarkan dana untuk kegiatan ini.

Hal tersebut dibenarkan oleh Pembantu Rektor I Zaenal Rafli dan mantan Kepala Biro Administrasi Akademik dan Keuangan (BAAK), Desfrina. Disampaikan dalam rapat pimpinan UNJ, kenaikan biaya wisuda dilakukan untuk menutupi kerugian pihak kampus dari tahun-tahun sebelumnya. Pihak kampus terus merugi karena pemasukan sedikit sedangkan pengeluaran atau kebutuhan untuk melaksanakan wisuda terus meningkat akibat kenaikan harga di pasar.
Pindah ke JIExpo

Menjawab berbagai kritik dan protes, panitia wisuda tahun 2012 mencoba mencari siasat. Mengenai tempat, JIExpo Kemayoran jadi pilihan. Daya tampung yang lebih banyak, kondisi parkiran yang luas dan tidak perlu repot bongkar pasang tenda lagi menjadi alasan perpindahan lokasi kesini. Mengambil langkah solutif, tanpa menaikan biaya. Pelaksanaan kegiatan dipindah ke JIExpo Kemayoran, “Kami sudah memesan tempat di JIExpo sejak jauh-jauh hari, tentunya juga akan mengusahakan perbaikan fasilitas-fasilitas yang lain,” tandas Woro Bendahara BAAK.

Walaupun utama, tapi masalah tempat bukan satu-satunya masalah tentang wisuda UNJ. Sebut saja masalah toga yang terlambat datang. Mengenai hal tersebut, Syaiful, Kepala BAAK UNJ juga tidak berani menjamin “Pembelian toga harus melalui proses tender, jadi butuh waktu relatif lebih lama,” tandasnya.

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *