Kelahiran Nurani

1 Comment

“Aduh sakit, apa yang menusuk dadakku ini?” Ehud olmert terbangun dari tidurnya.
“Aku.”
“Siapa kau?”
“Nurani.”
“Apa maumu?”
“Lahir.”
“Untuk apa kau lahir?”
“Untuk menyembuhkanmu dari penyakit.”
“Aku tak merasa sakit.”
“Tubuhmu memang tidak, tapi jiwamu sedang sekarat.”
“Maksudmu?” tanya Ehud Olmert terheran-heran
“Kau sakit, kau tidak seperti manusia normal lain. Orang lain yang melihat tindakan kalian pasti menganggap kalian sakit jiwa, kecuali orang-orang yang juga sakit jiwa.”
“Diam, jangan sembarang mengoceh,” makinya. “Aku tak sakit jiwa, kalau aku sakit jiwa mengapa aku tak masuk rumah sakit jiwa, tolol?”
“Ya, kau sakit jiwa. Kau menjadikan Shahd, bocah perempuan berumur empat tahun yang sedang bermain, sebagai sasaran tembak membabi-buta tentaramu dan manyatnya kau jadikan sarapan anjing. Bukan hanya Shahd tapi masih banyak warga palestina lain yang kau jadikan makanan anjing. Rumah sakit jiwa tidak akan mampu nenyembuhkanmu, kecuali aku. Hanya kau yang dapat menyembuhkan penyakitmu, jadi cepat lahirkan aku!”
“Omong kosong.”
“Demi sebuah kursi di knesset israel, kalian membantai warga sipil yang tidak bersalah, terutama anak-anak dan wanita sebagai korban terbanyak.”
“Kau harus tahu, kami melakukan agresi untuk menghancurkan Hamas!”
“Menghancurkan hamas dalam rumah sakit, sekolah, mesjid, gudang makanan?”
“Salah mereka yang bersembunyi di sana. Kami sangat menyesalkan kejadian ini.”
“Bersembunyikah hamas dalam pasien-pasien yang terluka di rumas sakit? Bersembunyikah hamas dalam tempat anak-anak bersekolah? Besembunyikah mereka dalam rumah Tuhan yang suci? Bersembunyi di gudang makanan agar mereka mudah mendapatkan makanan? Itu hanya dalihmu yang disebarkan kepada seluruh dunia, dalih yang dibuat tanpa nurani. Karena itu biarkan aku lahir.”
“Setelah kau lahir apa yang akan kau lakukan?”
“Aku akan melumat sifat binatangmu.”
“Sifat binatang?”
“Penyakit yang kau derita menyebabkanmu seperti binatang. Tidak berprikemanusiaan. Membunuh orang-orang yang lemah. Jadi agar kau normal lagi, ayo lahirkan aku!” aku terus mendesak.
“Mengapa kau lahir dimalam hari, tidak disaat kami perang di siang hari?” dasar orang zionis, mereka suka berdebat.
“Ketahuilah, aku sudah lama ada di hatimu, aku ingin keluar tapi iblis di otakmu menghalangi sehingga kau tak dapat mendengar panggilan Tuhan untuk segera melahirkanku, padahal pada siang hari sudah terjadi kontraksi, saat kau membantai orang-orang palestina. Karena itu Tuhan turun pada sepertiga malamnya, saat iblis di otakmu sedang tidur, kelelahan melaksanakan rencana jahatnya. Tuhan megeraskan panggilan-Nya kepadamu untuk segera melahirkanku.”
“Apakah hanya aku tempat kau lahir? Apakah kau akan lahir pada manusia lain?’
“Tentu saja tidak, aku hidup pada tiap manusia semenjak Tuhan menciptakannya. Tapi tidak semua manusia dapat melahirkan aku, bahkan mereka hanya melahirkan kekejian, keangkuhan, dan penyakit gila membunuh.”
“Siapa orang-orang itu.”
“Para Zionis Israel dan sekutunya, Amerika.”
“Ayo cepat lahirkan aku!” suara semakin kukeraskan.
“tunggu dulu. Aku masih belum mengerti, ayo jelaskan lagi. Mengapa kau ada di hatiku?’
“Sudah kujelaskan tadi, aku ada pada tiap manusia. Selesai Tuhan menciptakan mausia, Dia menanamkan benih pada hati tiap manusia untuk penyakit pada jiwa manusia. Kau tidak menyadari kehadiranku dihatimu karena kau memelihara iblis dalam otakmu sehingga aku tak dapat kau rasakan. Sudah dua jelaskan dua kali, kalau kau masih tak mengerti, otakmu memang benar-benar di kuasai iblis. Ayo lahirkan aku!”
“Apa gunanya kau lahir?” Ehud Olmert masih ingin berdebat, seperti dia berdebat dengan seluruh dunia.
“Perlu kau tahu, banyak hal yang kulakukan. Harus kau tahu, kebutuhan akan perdamaian, kasih sayang, cinta, kemanusian berawal dari kelahiranku. Ketika kebutuhan itu ada pada diri mausia maka akan hal-hal yang membuat hidup lebih bik. Perjanjian Jenewa, Statuta Roma tercipt karena keiginan manusia akan perdamaian. PBB, ICC, ICTR, ICTY ada karena rasa kemanusiaan pada diri manusia. Tindakan Hugo Chaves mengusir kedubesmu karena aku lahir pada dirinya. Dan tindakan lainya ada karena aku.”
“ Apakah setelah kau lahir, tidak ada yang dapat mengalahkanmu”
“Ada.”
“Apa itu?”
“tekanan. Kekuasaan. Kepentingan”
“Mengapa hal-hal itu dapat mengalahkanmu?”
“tekanan, negara arab tak dapat berbuata banyak untuk palestina karena tekanan. Kekuasaan, kekuasaan amerika membuat PBB seperti macan ompong. Kepentingan, membuat negara-negara timur tengah menjadi berpecah belah. Ayo cepat lahirkan aku sebelum iblis di otakmu membuatmu menderita kanker kebengisan dan sifat binatangmu membuatmu sakit jiwa, kau sudah menunjukan kegilaan dengan membantai beratus-ratus orang. Hei jangan banyak komentar, cepat lahirkan aku!”
“untuk apa aku harus cepat-cepat melahirkanmu”
“kau ini bukan Cuma tuli tapi otakmu bebal. Sudah kubilang aku harus lahir sekarang, jika tidak setan akan kembali menahanku bahkan bisa membunuhku. Jika aku mati, tidak akan ada yang dapat menghancurkan sifat binatangmu dan menyembuhkan penyakitmu, seluruh dunia sekalipun.”
“benarkah”
“tentu saja. Apa kau tidak sadar seluruh dunia sudah mengutukmu, entah dengan amerika, tapi tak dapat menghentikan tindakanmu. Lihatlah, resolusi yang sudah dikeluarkan PBB tidak kalian jalankan, itu karena bangsa kalian, israel tidak memiliki nurani. Jai biarkan aku cepat lahir”
“tapi untungnya bagiku jika kau lahir”
“setidaknya dunia tidak akan mengutukmu lagi dan Tuhan lebih berbaik hati kepadamu dineraka nanti”
“hanya itu. Apakah kelahiranmu membuatku berkuasa? Apakah kelahiranmu membuat kami mendapatkan tanah palestina untuk secara penuh dapat kami kendalikan?’ apakah kelahiranmu membuat hamas hancur? Apakah kelahiranmu membuat dunia setuju dengan yang kami lakukan? apakah kelahiranmu membuat bantuan logistik, obat-obatan berhenti datang untuk palestina?”
“oh tidak, cepat lahirkan aku iblis sudah terbangun!”
“aku masih heran mengapa kau tidak menyukai aku membantai orang-orang palestina itu. Padahal membantai mereka menarik. Terutama membantai anak-anak dan wanita.”
“Celaka, iblis mau menghabisi ku”
“menurutku gelar sang penjagal untuk ariel shron ternyata bagus juga. Apa agresi ini bisa membuatku mendapatkan gelara itu?”
“Oh tuhan, kau terlalu lama berdebat. Kalian, orang-orang zionis israel memang suka berdebat. Kau membuatku berdaya.” Nurani berkata lirih, tak mungkin terdengar Ehud Olmert
Hari itu nurani mati sebelum sempat lahir pada Ehud Olmert, kemarin nurani mati pada Ehud Barak, dua hari lalu pada Tzipi Livni, sebelunya pada Ariel Sharon. Besok nurani mati serempak pada tentara zionis israel. Tapi di penjuru dunia, setelah agresi israel yang menewaskan banyak warga sipil palestina, membuat warga kelaparan, tentara israel melebihi batas yang melahirkan kejahatan perang, nurani terlahir. Nurani terlahir atas nama kemanusiaan.

Jakarta.
untuk semua yang membenci penindasan

Citra Nuraini

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *