Sunter yang berduka

No Comment Yet

Kini sunter berduka
Mengapa dia berduka?

Dia merintih
Karena tubuhnya tak hanya dipaksa menolong manusia
Tapi dipaksa jadi pengumpul barang-barang hasil buangan

Dain menjerit
Pada manusia yang tak lagi peduli
Atas dirinya yang tersakiti
Karena buangan limbah pabrik
Yang berdiri disisi tubuhnya
Atas izin yang diberikan
Denagn tanda diatas seumpuk uang seratus ribuan

Padahal dia telah marah
Karena anak-anak piit tak tak dapat belajar terbang
Denagn bebas
didalam asap hitam, menari-nari diawan

seperti apakah dukanya?
Sepanjang sungai mengalir
Selebar langit terbentang
Edalam samudre
Sebesar harapan terbitnya bintang dilangit malam

Kapan dia berhenti berduka?
Mungkin ketika melihat nak-anak pipit mulai terbang, berkembang
Menelusuri langit usaha
Tuk menggapai harapan dan cita-cita
Tentang indonesia bermasa depan

Jakarta, 2012

Citra Nuraini

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *