Jumatan, Rektor Malah Menggosip

1 Comment

Matahari tepat di atas ubun-ubun saat suara khatib solat jumat berkumandang. Ratusan manusia berjubel di selasar masjid, suasana begitu sunyi,  teriknya membuat gerah dan berpeluh keringat, namun ada lagi yang membuat gerah ibadah jamaah di barisan belakang, saat semua orang memilih membisu atau terlelap, tidak begitu bagi Bedjo Sudjanto, Rektor Universitas Negeri (UNJ) Jakarta ini justru ngobrol ngalor ngidul dengan sesama pejabat UNJ yang menemaninya.

Obrolanya cukup keras layaknya orang bercakap di kantin. Hingga beberapa baris jauh darinya mendengar dengan jelas obrolnya yang seputar gosip, sesekali berganti tawa menyertai. Beberapa mata mahasiswa terseret ke arahnya, namun tak berani berlama-lama , takut dipelototi balik ajudan sang rektor. Sang rektor terlihat sama sekali risi jadi objek tatapan sinis.

Ilham, Aktifis Lembaga Dakwah Kampus, berkata satir, “percuma saja solat jumat, gak diterima”. Ini bisa dimaklumi, mengingat posisinya sebagai orang nomor satu di kampus, hingga tiap celah urusan hidupnya bisa menjadi masalah, termasuk urusan ngobrol ngalor ngidulnya saat solat jumat tadi siang (13/04). Menanggapi para jamaah yang gerah dengan sikapnya saat khutbah jumat, sang rektor hanya menanggapinya sinis, “itu hak saya, urusan saya dan tuhan, bukan urusan mereka”, ujarnya saat menuju balik ke kantornya.

“Pemimpin yang tidak peka terhadap rakyatnya, itulah pemimpin yang dzolim”, ucap sang khatib di tengah-tengah khutbahnya. Nampaknya ucapan sang khatib ini terlewat di telinga pa rektor saat asyik menggosip.

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *