Mahasiswa Korban Penipuan Universitas Karimun

No Comment Yet

Lebih dari 1.200 mahasiswa menjadi korban penipuan penyelenggaraan pendidikan tanpa ijin. Mereka adalah mahasiswa yang berkuliah di Universitas Karimun dibawah yayasan Tujuh Juli Kabupaten Karimun.

Mereka mendaftar di Universitas kerimun yang dibuka sejak 2008 oleh yayasan tujuh juli kabutapen karimun. Dalam brosur promosi, ditawarkan sarana dan prasarana yang memadai seperti dosen tetap S1, S2, bahkan S3, gedung sendiri, dan ruangan AC. “Kami tertarik mengikuti perkuliahan dengan melaksanakan kewajiban kami sebagai mahasiswa seperti pembayaran uang pendaftaran, uang pembangunan, uang kuliah, dan uang kewajiban lainnya,” seperti yang tertulis dalam press release yang diterima Didaktika.

Namun, sejak perkuliahan dimulai tahun 2008 hingga saat ini, para mahasiswa tidak kuliah digedung sendiri melainkan menumpang di sekolah SMU, SLTP, dan bahkan di SD. “Kuliah tiap hari ini sudah menjadi makanan kami. Dosen yang tertera didaftar dosen tetap ternyata tidak mengajar kami tapi digantikan orang lain yang ternyata hanya berpendidikan S1.”

Kondisi fasilitas universitas karimun tidak memiliki ruang dosen, tidak memiliki perpustrakaan, baru empatr jurusan yang memiliki ijin dikti pada 2011, dan dosen tetap ialah orang pemerintah atau pegawai negeri sipil yang tidak pernah mengajar.

Yang paling mengejutkan, saat beberapa mahasiswa telah menyelesaikan perkuliahan, mereka tidak dapat diwisuda. penyebabnya, ijin Dikti untuk FKIP jurusan PGSD universitas karimun baru diperoleh maret 2011. pihak yayasan dan manegen universitas membeikan pilihan mata kuliah yang diselesaikan sebelum izin Dikti keluar harus diulangi kembali berupa kuliah regular maupun semester pendek tetapi biaya kuliah tertyunda. “Kalau kuliah kembali dan masih membayar unag kuliah, dari mana uang orang tua kami lagi. kami ini anak pulau yang penuh keeterbatasan. bagaimana dengan kerugian materi dan masa depan kami selama tiga tahun ini, kami sangat dirugikan.”

Mereka yang diwakili oleh Sinta Olivia melaporkan pengurus yayasan kepada kapolda kepri pada 27 Maret 2012. Selain itu, mereka juga sudah melaporkan kepada komisi III dan komisi X DPR RI di Jakarta.

Di lain pihak rektor Universitas Karimun yang menjabat sejak 2010 melaporkan tindak pindana penipuan dan pemalsuan tanda tangannya yang diduga dilakukan pengurus yayasan.

Citra Nuraini

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *