Teh Telur Pinang, Khas Kota Gadang

3 Comments

Teh talua pinang masih sulit ditemui di luar kota Bukit Tinggi

 BUKITTINGGI, DIDAKTIKAUNJ.com- Jarum jam telah menunjuk pukul 00.10 WIB. Tapi warung di Jalan Raya Jambu Air, Bukittinggi, Sumatera Barat masih terlihat ramai. Hilir mudik pengunjung silih berganti memasuki warung yang menjual minuman khas daerah tempat kelahiran tokoh proklamator, Muhammad Hatta. “Teh talua pinang, begitu masyarakat sini memanggilnya.” Jelas Apriyadi, warga Jakarta yang sedang berkunjung ke Bukittinggi.

Dalam bahasa Indonesia sendiri, Teh talua pinang diartikan sebagai teh telur pinang. Segelas teh yang lebih nikmat jika tersaji masih dalam keadaan hangat ini, “Terbuat dari campuran antara teh bubuk, telur ayam kampung, dan pinang.” Ungkap pria yang diketahui kelahiran di mana teh talua pinang berasal, Bukittinggi.

Teh yang diklaim masyarakat sekitar dapat meningkatkan vitalitas ini proses pembuatannya tidak begitu rumit. Kuning telur yang telah dikocok di dalam gelas, kemudian dicampur ke teh bubuk yang sudah diseduh air panas hingga kental. Campuran tersebut kemudian berupa buih mengambang di permukaan. “Kini pengocokan kuning telur sudah modern, pakai mixer. Dulu kakek saya masih pakai segenggam lidi,” terang Hasan, penjual teh talua pinang yang warungnya terletak di depan Hotel Hills, Bukittinggi. “Wisatawan lokal maupun asing banyak mencari teh talua pinang jika berkunjung ke Bukittinggi. Dikarenakan teh talua pinang masih sulit ditemui di luar kota Bukittinggi,” tambahnya.

Meskipun berbahan baku telur mentah. Penikmat tidak perlu khawatir akan bau amis. Penjual biasanya memilih telur ayam kampung atau itik dengan kualitas bagus. Ditambah bagi mereka yang alergi dengan bau telur, penjual sering menyediakan jeruk nipis sebagai teman menyantap teh talua pinang. “Teh talua pinang merupakan bentuk dari kearifan lokal. Ini mencerminkan bahwa tanah Minang adalah tanah yang subur, kaya akan hasil bumi berupa teh, pinang, dan sumber hewani.” Papar Yakub penggemar kuliner khas Sumatera.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *