Kepadamu

2 Comments

 

Kepadamu

 

Jangan tanya di mana bimbang berada.

Lekas lihat ke dasar sanubari.

Jangan pandang, kemana sepi berlabuh.

Hanya pada mata-mata yang menitipkan rindu,

sedang dia sendiri tahu, hatinya memiliki risau,

yang terus-menerus mengembang.

 

Namun rindu dan bimbang memiliki pelabuhannya sendiri.

Sampai nanti, sampai kapal-kapal itu berlayar.

Di laut-laut tanpa batas,

yang berlabuh di pulau dengan pasirnya yang putih,

langit malamnya berpijar,

atau pada senja-senjanya yang menawan.

 

Langit birunya, bahkan terlalu biru.

Langit malamnya, bahkan terlalu berpijar.

Memiliki air yang bening, sebening wajahmu.

Udara dingin, sedingin hatimu.

Dan kalau begitu, jangan tanya lagi kenapa ku karamkan,

kapal ini dengan muatan rindu dan bimbangnya kepadamu.

Indah Hidayatie

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *