Derita Mahasiswa Baru, Jalur Penmaba

1 Comment

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Penmaba itu jalur buat orang kaya. Kalau tidak mampu bayar ya jangan daftar,” tegas Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Sachriani.

Jumat (3/8) siang, adalah hari suka bercampur kesal bagi gadis berkerudung putih ini. Pasalnya, penantian sedari malam hari menunggu hasil ujian Pendaftaran Mahasiswa Baru Seleksi Mandiri Universitas Negeri Jakarta (Penmaba SM-UNJ) berbuah manis. Gadis yang pernah menempuh kuliah di dua perguruan tinggi negeri ini. Kini diterima sebagai mahasiswa Jurusan Ilmu Kesejahteraan Keluarga (IKK), melalui jalur non reguler.

Meski sempat harus menunggu sedari malam hari, “jam delapan pagi sudah bisa dibuka web UNJ, dan alhamdulilah saya diterima.” Terang Mayori mengungkapkan kebahagiaannya dapat merengkuh mimpi berkuliah di UNJ dengan program studi yang selama ini diidamkan yaitu, Pendidikan Tata Boga. Tapi rasa suka itu seketika berubah menjadi kesal dan kecewa. Saat dirinya ditemani seorang temannya mendatangi kampus A UNJ, untuk memastikan hasil ujiannya itu.

Bukan karena informasi yang diterimanya dari web itu salah. Melainkan kekagetannya ketika Mayori mengetahui batas pendaftaran ulang berakhir pada tanggal 8 Agustus 2012. Sedangkan, “baru tadi saya mengetahui jumlah uang yang harus dibayar pertama kali, sebesar Rp 4.500.000.” Keluh Mayori sambil mengungkapkan kekecewaannya kepada Humas UNJ di kantor rektorat siang tadi. Atas waktu batas akhir pendaftaran ulang. “Saya hanya punya uang Rp 2.500.000, untuk menutupi kekurangan. Waktu lima hari tidak cukup, sekarang sudah tanggal tiga,” kata gadis yang mengaku memenuhi nafkahnya seorang diri dengan bekerja sambilan menjadi pembuat kue. “Sekarang saya ke sini meminta keringanan. Paling tidak cicilan atau penguluran waktu,” tambahnya.

Saat di kantor rektorat Mayori hanya ditemui oleh beberapa staf Humas, dan tidak ada sekalipun dari mereka menunjukan ke mana Mayori mesti mengadu. Guna menemukan solusi dari masalahnya. Tanggapan acuh datang, bermula ketika Mayori membawa masalahnya ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK). “Salah seorang petugas yang saya tanya menjawab tidak mau tahu akan masalah saya. Dia malah menyuruh saya mencari pinjaman,” cetus gadis yang geram mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari birokrat UNJ ini.

Setelah mendengar ketidakpastian dari BAAK, Mayori kemudian memutuskan untuk mencari solusi ke sekretariat Persatuan Orang tua Mahasiswa (POM) UNJ. Guna mendapatkan kejelasan seputar keringanan biaya pendaftaran ulang.  Syahdan, jawaban yang diterimanya pun jauh dari harapan.

Kepala Sekretariat POM UNJ Sudrajat mengatakan tidak ada pinjaman bagi mahasiswa baru masuk UNJ. “Kecuali dia yang sudah masuk semester tiga. POM bersedia memberikan pinjaman,” Jelas pria yang akrab disapa Drajat ini. “Itupun yang diutamakan mahasiswa reguler,” tambahnya. Drajat menyarankan agar Mayori berpikir dua kali untuk masuk UNJ. Karena sewaktu dibuka sejak pertama tahun 2003, jalur non reguler yaitu, Penmaba. Dianggap sebagai akses masuk ke UNJ bagi mereka (baca:mahasiswa) yang berasal dari keluarga mampu. “Bayarannya dua kali lipat dari reguler. Apalagi ditambah sistem pembayaran UKT. Biaya praktek di jurusanmu bisa lebih mahal,” papar Drajat kepada Mayori. Kemudian Drajat menyarankan Mayori untuk mengadu ke Dekanat FT dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM UNJ). “Lapor diri aja ke BEM. Seperti biasa, mereka menangani mahasiswa seperti anda. Kalau kolektif, mungkin mahasiswa seperti anda akan terbantu,” tambahnya.

Dekanat FT pun juga tidak ingin ambil pusing terhadap mahasiswa baru yang tidak sanggup membayar uang semester pertama. Apalagi mahasiswa baru tersebut berasal dari jalur mandiri. “Kalau dari jalur reguler, kemungkinan dapat kita alihkan ke beasiswa Bidik Misi,” jawab Pembantu Dekan I Fakultas Teknik Sachriani. Pihaknya pun menjelaskan bahwa tidak ada kompensasi pembayaran dan waktu bagi mahasiswa baru yang kesulitan daftar ulang. “Penmaba itu jalur buat orang kaya. Kalau tidak mampu bayar ya jangan daftar,” tambahnya.

Merasa nasibnya dilempar-lempar, Mayori tak pantang arah. Dirinya pun tak menyesal ketika diterima di UNJ sebagai mahasiswa non reguler. Dan baru mengetahui bahwa di UNJ, jalur non reguler dikhususkan bagi orang yang mampu. Baginya, “mengenyam pendidikan adalah hak semua orang. Toh, mereka yang lulus dari jalur reguler malah banyak yang berasal dari keluarga mampu.” Jelas gadis yang sempat merasakan berkuliah di Jurusan Kriminologi, Universitas Indonesia.

Tingginya permintaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tinggi. Semakin membuat institusi pendidikan tinggi melambungkan dada, dengan membuka jalur masuk non reguler seluas-luasnya. Tahun lalu, UNJ membuat kebijakan bahwa jalur masuk Ujian Masuk Bersama (UMB) yang sebelumnya adalah jalur reguler. Berganti menjadi jalur mandiri menemani Penmaba, dengan daya tampung empat puluh persen dari total mahasiswa baru tahun 2011 sejumlah 4200 mahasiswa.

Ditambah kenaikan biaya pendidikan yang dirias dengan pola pembiayaan baru bernama, Uang Kuliah Tunggal (UKT). Semakin mengisyaratkan bahwa orientasi utama pendidikan tinggi kini bukanlah menjadi tempat mencerdaskan kehidupan bangsa. Melainkan menjadi lumbung bisnis yang membuat pendidikan sebagai barang ekonomis.”Seharusnya ketika sudah memutuskan untuk kuliah, sejak awal mesti ada persiapan biaya.” Saran Sachriani kembali menegaskan tidak ada pemberian bantuan dan penguluran waktu bagi mahasiswa baru jalur non reguler, yang kesulitan membayar uang pendaftaran ulang.

Mayori mencatatkan dirinya sebagai mahasiswa baru UNJ 2012 dari jalur Penmaba yang tidak sanggup membayar uang pendaftaran ulang. Setelah sebelumnya ada 28 mahasiswa dari jalur reguler mengalami nasib yang sama. Ditambah 11 mahasiswa dari jalur non reguler, kini total mahasiswa baru UNJ 2012 yang tidak sanggup membayar uang pendaftaran ulang sebanyak 39 mahasiswa. “Yang kami catat baru segitu. Kita masih tunggu sampai batas akhir daftar ulang Penmaba. Kemungkinan akan bertambah,” ungkap Ketua BEM UNJ Roby Tri Wahyudi.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *