Polemik Pemberlakuan UKT

No Comment Yet

UKT belum menyelesaikan masalah

Delapan Agustus merupakan hari membahagiakan bagi Andika Ramadhan Febriansah.  Ia diterima di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pengumuman hasil tes Pendaftaraan Mahasiswa Baru  Seleksi Mandiri  UNJ (Penmaba SM-UNJ) menyatakan dia terdaftar sebagai mahasiswa baru (maba) di Jurusan Sejarah. Baginya, lolos seleksi Penmaba merupakan sebuah prestasi besar.

Andika berasal dari sekolah Master (Masjid Terminal) yang ruang kelasnya dari container bekas. Namun, kebahagiaannya tidak bertahan lama setelah lapor diri di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNJ. Dia terkejut dengan biaya kuliahnya. “Uang masuknya mahal, 3,3 juta. Padahal kata temen saya yang udah kuliah di UNJ murah,“  ucap laki-laki yang dulu bersekolah sambil berjualan ini.

Andika khawatir tak mampu melanjutkan kuliah. Untuk itu, lantas ia melaporkan kesusahannya ini melalui advokasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UNJ. Menerima pengaduan, BEM akan terus memperjuangkan mahasiswa baru yang tidak mampu bayaran. “Syukur kalo bisa didaftarkan bidik misi,” tutur Ketua BEM UNJ Roby.

Rupanya, bukan hanya Andika yang kesulitan bayaran. Masih banyak yang tidak dapat menjangkau biaya pendidikan perguruan tinggi ini. Sekitar 20-an maba. Kepala BAAK Syaiful membenarkan masih banyak pengaduan terkait yang tidak bayar kuliah dari SNMPTN undangan sampai penmaba. Namun, dia tak dapat berbuat banyak. “Saya banyak mendapat informasi kesulitan biaya dari penjaga loket BAAK. Tetapi saya juga tidak bisa berbuat banyak karena saya sendiri hanya menjalankan perintah dari atasan (rektorat-red),” papar Syaiful.

Sayang, bidik misi yang digadang-gadang sebagai solusi mahalnya biaya kuliah, rupanya tidak berlaku bagi mahasiswa penmaba seperti Andika. Dia menyadari kecilnya peluang penmaba untuk mendapat beasiswa ini. Negosiasi pun akan sulit karena pihak rektorat sudah membuat garis pemisah. “Kalau yang jalur reguler (Snmptn – Red) langsung diprioritaskan untuk dapat Bidik Misi. Tetapi yang jalur UMB dan Penmaba itu tidak ada bantuan,” paparnya Pembantu Rektor 3 Fachruddin Arbah.

Andika dan 20 teman-temannya, merupakan bukti bahwa ternyata kebijakan penerapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) belum membantu problem kesulitan biaya kuliah. UKT sendiri adalah sitem perataan uang kuliah selama empat tahun yang dibagi rata ke dalam delapan semester. Tujuan Dikti sebetulnya ingin mengantisipasi berbagai pungutan yang sering dilakukan di kampus. Selain itu, mulanya kebijakan ini dianggap tepat untuk menyiasati banyaknya maba yang kesulitan membayar uang kuliah di semester  pertama karena terlalu besar. Namun, problem utamanya bukan besarnya biaya diawal kuliah, tapi mahalnya biaya kuliah. Oleh karena itu, biaya kuliahlah yang musti dimurahkan.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *