Tumpang Tindih Pidato (bukan) Rektor

1 Comment

Tak ada Bedjo, Fakhruddin pun jadi !

Senin (28/08), bertempat di  lapangan veerdroom dilangsungkan pembukaan Masa Pengenalan Akademik Universitas  Negeri Jakarta. Seluruh civitas akademika UNJ pun terlibat dalam hajatan rutin tahunan ini.  MPA tahun ini pun mengusung tema “Menanamkan Semangat Cinta Kampus dalam Membentuk Pribadi yang Kompetitif”. Pidato pembukaan MPA kali ini disampaikan oleh Pembantu Rektor III Fakhruddin Arbah. Dalam sambutannya  Fakhruddin Arbah mengatakan bahwa seluruh mahasiswa baru UNJ untuk selalu mengikuti aturan yang ada di UNJ agar bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu yakni 4 tahun dan harus sepenuh hati mengikuti perkuliahan.

Bukan tanpa alasan Fakhruddin mengatakan seperti itu. Ia menjelaskan bahwa uang SPP saja sudah mahal pasti akan memboroskan biaya jika berlama. “Ya, untuk apa lama-lama di kampus. Apalagi sekarang kuliah dengan sistem UKT yang pasti lebih mahal,” ungkapnya. Hal ini menegaskan bahwa kampus saat ini hanya ingin mencetak lulusan (sarjana-Red) secara instan.  UNJ jelas menggunakan rasio cepat lulus tanpa memikirkan kualitas keilmuan mahasiswanya. Pendapat Fakhruddin pun secara tidak langsung membuat mahasiswa hanya terpaku di dalam ruang kuliah.

Menanggapi pidato tersebut Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Sarkadi mengaku kecewa ketika mendengar pernyataan Fakhruddin Arbah yang menurutnya malah tidak mencerminkan perannya sebagai PR III. Karena PR III yang sejatinya menangani bagian kemahasiswaan untuk bisa mengeksplor minat bakat mahasiswa malah menyarankan mahasiswa untuk tidak berdinamika dengan lingkungannya sendiri dan terkesan memaksa mahasiswa hanya untuk terpaku pada ruang kuliah di kampus.

Rupanya, pidato Fakhruddin merupakan tindak lanjut dari pesan yang diterima dari rektor. “Pak rektor meminta saya menggantikan posisinya untuk menyampaikan sambutan MPA. Yang saya sampaikan ya tentang realitas yang ada saat ini yakni lulus cepat,” katanya. Fakhruddin mengakui pidato yang disampaikannya tanpa persiapan sama sekali, karena secara tiba-tiba sang rektor UNJ Bedjo Sujanto tak bisa hadir karena sakit.

Ketidakhadiran Rektor UNJ Bedjo Sujanto cukup membuat kesal panitia. Setelah lama menunggu rektor, ternyata rektor tidak bisa hadir. “Ini benar-benar di luar kontrol kami, 15 menit lalu saya telpon (rektor) katanya pasti bisa hadir,” ungkap Nikky Segara, Ketua panitia MPA 2012. Nikky menambahkan sempat kebingungan untuk menggantikan sambutan yang biasa disampaikan oleh rektor, pasalnya yang punya acara Pembantu Rektor (PR) I  pun tidak hadir karena pergi umrah. Alhasil, sambutan pembukaan MPA pun disampaikan oleh Pembantu Rektor (PR) III Fakhruddin Arbah. Karena spontan, pidato pun cuma dibawakan sekitar 10 menitan.

Rangkaian acara pembukaan pun akhirnya berlangsung setelah terlambat hampir satu jam. Keterlambatan ini pasti merugikan semua pihak tak terkecuali mahasiswa baru yang telah hadir di kampus B sejak pukul 5.00.  “Disuruh datang jam 5 gak boleh telat, tapi rektornya sendiri telat. Payah !” kata Rizal, maba Fakultas Ilmu Sosial (FIS).

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *