UKM menolak Agenda Pembinaan

1 Comment

Kondisi seperti ini dapat mengancam regenerasi Unit Kegiatan Mahasiswa

Pelaksanaan Masa Pengenalan Akademik (MPA) kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini universitas memberlakukan agenda pembinaan pascaMPA. Pembinaan akan dilaksanakan hingga sepuluh kali pertemuan, setiap hari sabtu.Tujuannya memperkenalkan budaya akademik. Rencananya agenda pembinaan ini akan diwajibkan bagi setiap maba. Agenda pembinaan mencontoh peminaan yang tahun sebelumnya pernah dilaksanakn di FE. Bahkan di Fakultas Ekonomi (FE) kegiatan ini memiliki pengaruh pada nilai Sistem Kredit Semester (SKS).

Dengan terikatnya pembinaan, ini bisa berdampak semakin sibuknya mahasiswa di ruang kelas. Ujungnya, ruang gerak untuk bergiat di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bertambah sempit. Dikhawatirkan ini merupakan ancaman bagi regenerasi UKM di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Pada tahun sebelumnya pun ketika agenda pembinaan telah diberlakukan di FE dampaknya telah terasa. Ketua Panitiia MPA Niki Segara mengakui hal ini. “Untuk regenerasi Unit Kesenian Mahasiswa saja, tahun 2011 kemarin regenerasinya tidak ada yang berasal dari FE,” ujar Niki yang bergiat di Unit Kesenian mahasiswa. Padahal di tahun-tahun sebelumnya banyak anggotanya yang berasal dari FE.Dia juga menilai mahasiswa telah disibukkan oleh berbagai hal. Dan justru kesibukan itu yang membuat mahasiswa enggan untuk berkegiatan.

Keadaan ini mendorong, setiap UKM menolak agenda pembinaan. Forum Komunikasi (FK) UKM yang  tidak setuju pada program ini mengajukan penolakannya pada pihak rektorat. Namun Pembantu Rektor III, Fachrudin Arbah mengatakan pemberlakuan agenda pembinaan ini sudah menjadi keputusan universitas. Fachrudin juga membantah jika hal ini dapat mengganggu regenerasi UKM. Dirinya menegaskan bahwa mahasiswa bimbingan diijinkan untuk tidak mengikuti kegiatan pembinaan jika pada hari yang sama juga harus menghadiri kegiatan di UKM. “ Mereka juga kan sama-sama sedang dibimbing, jadi tidak masalah,” ujar Fachrudin.

Namun bagi FE, hal seperti ini tetap tidak diijinkan. Mahasiswa harus mengikuti pembinaan fakultas. Dengan keadaan yang seperti ini Fachrudin lepas tangan. Sebagai dampak otonomi Fachrudin mengaku tidak bisa berbuat apa-apa terhadap keputusan fakultas. Regenerasi UKM tetap terancam.

Namun, bukan itu saja problemnya. Dengan adanya agenda pembinaan ini, ruang organisasi tidak diaggap sebagai bagian dari kultur akademik.  Menurut Hamzah Muhammad Al Ghozi, selaku ketua Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) bahwa diskusi-diskusi yang dilakukan di ruang organisasi merupakan bagian dari akademik. Akademik itu proses dinamisasi sehari-hari. Hal seperti itu belum tentu bisa didapatkan melalui kegiatan-kegiatan seperti agenda pembinaan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan juga bahwa pembinaan yang diberlakukan universitas berisiko semakin buramnya makna akdemis.

Oleh karena itu, kegiatan pembinaan mesti ditolak. Merasa usaha penolakan pertama tidak berhasil, FK berencana untuk mengumpulkan seluruh ketua unit di gedung G. Nanti mereka akan menemui dekan setiap fakultas. Pertemuan tersebut akan merundingkan kesepakatan. Harapannya, posisi agenda pembinaan ini akan setara seperti UKM yaitu bersifat Sunnah.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *