MPA, Bikin Resah Orang Tua Maba

340 Comments

Akibat ego masing-masing pihak, jalannya MPA FT melebihi batas waktu yang ditentukan

Selasa (28/08/2012),  Fakultas Teknik (FT) melaksanakan Masa Pengenalan Akademik (MPA) di Gelanggang Olahraga (GOR) Jakarta Timur. Meski MPA dijadwalkan selesai sekitar pukul 17.00 WIB, namun pada pukul 17.00 WIB, aktivitas padat MPA masih berjalan di GOR tersebut. “Jadwal kita memang jadi molor gini, karena pada saat pengisian acara oleh pihak dekanat, melebihi waktu yang ditentukan oleh panitia,” ujar Komisi Disiplin (Komdis) MPA FT Denay yang ditemui di ruangan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).

Pihak dekanat diberi waktu oleh panitia MPA sekitar satu setengah jam. Ternyata waktu yang ditentukan oleh pihak pantia ternyata kurang bagi dekanat. Alhasil, dekanat memakan waktu tiga jam, melebihi batas waktu yang ditentukan panitia. “Dari panitia sudah memberikan aba-aba kalau waktunya sudah usai. Tapi, pihak dekanat selalu mengulur waktu dengan mengatakan satu pertanyaan lagi,” jelas Denay menirukan.

Ketika ditemui diruangannya untuk dimintai konfirmasi ihwal selesainya acara diluar jadwal waktu MPA, pihak dekanat FT berkelit. “Kami merasa sudah sesuai dengan jadwal acara kok,” tukas Tuti Iriani Pemebantu Dekan III  dengan  yakin. Ia malah balik menuding, bahwa acara Forum Group Discussion (FGD) yang membuat acara jadi kelewat lama.

Padahal, jika mengacu pada panduan mahasiswa baru 2012/2013, disana tertera bahwa diskusi serta mentoring sudah termasuk dalam rangkaian MPA. Diskusi serta mentoring inilah oleh panitia diterjemahkan lewat FGD. Bahkan, Denay mengaku. “Saya mendapat turunan dari PD III bahwa FGD harus dilaksanakan pada hari itu juga,” ucapnya yakin.

Keterlambatan penyelesaian acara tersebut membuat Tim Pengawas (Tipe), selaku pengawas dan monitoring MPA, akhirnya bertindak. Menurut Ketua Tipe Fakultas Teknik Pras, pihaknya sudah melakukan teguran pada saat itu. “Ini diluar prediksi waktu rangkaian acara MPA. Maka dari itu, kemarin saya langsung menegur panitia,”  pungkasnya. Namun, Tipe pun tidak bisa berbuat banyak, sebab, FGD memang musti dilaksanakan. Meski prakiraan awal waktunya tidak lebih dari pukul lima sore.

Kejadian tersebut memang terjadi karena masing-masing pihak mengedapankan ego demi hajatannya masing-masing terealisasikan. Sehingga, koridor waktu yang sudah ditetapkan univeristas pun dilanggar.

Akibat dari ego dari kedua belah pihak itu maka keterlambatan selesainya acara pun tidak terelakkan. Hal tersebut membuat situasi membingungkan bagi orang tua mahasiswa baru (maba)  yang menunggu anaknya. Banyak orang tua  maba FT mengeluh akan keterlambatan selesainya acara tersebut. Hal ini dibenarkan oleh Pras sendiri. “Iya ada orang tua yang complain. Ini lama banget sampai jam berapa sih,” ujar Pras menirukan omongan orang tua yang resah tersebut.

Hajatan MPA memang diyakini kampus sebagai proses maba mengenal seluk beluk akademik. Namun, harus pula semua pihak dan dekanat mematuhi koridor waktu yang telah ditentukan. Karena pada dasarnya nilai-nilai akademik tumbuh dan berkembang tidak hanya terselesaikan lewat acara singkat MPA.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *