Kerja Gaib TIPE

No Comment Yet

Sudah banyak dapat kucuran dana, malah nihil kerja.

Penyelengggaran Masa Pengenalan Akademik (MPA) butuh pengawasan. Makanya, rektorat membentuk sekelompok panitia yang diberi nama Tim Pengawas (TIPE). Tim yang dibentuk di bawah koordinasi Majelis Tinggi Mahasiswa (MTM) ini bertugas mengawas dan mengevaluasi pelaksanaan MPA, dari awal hingga penutupan nanti. Kemudian pertanggung jawabannya dibuat dalam bentuk laporan tertulis untuk diserahkan kepada Pembantu Rektor III.

Pembentukan TIPE dibiayai langsung oleh pihak rektorat. Dikucurkan sebagai dana tambahan kepada MTM setiap tahun ajaran baru. Berbagai perlengkapan yang mendukung kerja mereka disediakan penuh oleh kampus. Seperti tahun ini, setiap anggota TIPE dibekali satu buah tas selempang untuk kebutuhan pengawasan.

Dikonfirmasi soal tas, Koordinator PPE Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Adith Alieffeldi tidak menahu mengenai pengadaannya. “Masalah tas ini saya kurang tahu anggarannya dari mana, tapi ini diberikan oleh MTM.” tutur Alief. “Yang mengurus ya pihak MTM.”

“Karena tahun ini kita butuh tas, ya kemudian dibeli,” ujar Ketua TIPE Universitas Niko. Ia menjelaskan, dana dari rektorat dipergunakan sebagaimana mestinya, untuk membeli kebutuhan panitia dalam melaksanakan kerja-kerjanya.

Posisi TIPE dalam MPA nampaknya dianggap penting oleh rektorat. Makanya, anggaran dana buat mereka pun dipisahkan dari kegiatan MPA. Namun kucuran dana yang diberikan kepada TIPE dinilai tidak terlalu penting. “Menurut saya, rektorat nggak bisa memprioritaskan dana yang ada ke tempat yang sesuai,” Kata Ketua MPA UNJ 2012 Niki Segara Mahardika.

Modal dana serta perlengkapan yang memadai nyatanya tidak menjamin kinerja yang dihasilkan oleh TIPE. Banyak nada sumbang hadir menanggapi kegiatannya. “Kinerja TIPE masih dirasa gaib,” tegas Niki. Ia menambahkan, panitia MPA 2012 yang ada di bawah kepemimpinannya sempat beberapa kali melaporkan perihal pelanggaran yang terjadi kepada selama MPA. “Namun itu tidak ditanggapi oleh TIPE,” sesalnya.

Kasus keterlambatan penutupan MPA di beberapa fakultas bisa jadi contoh. Di Fakultas Teknik (FT), acara MPA Fakultas yang dijadwalkan selesai pada pukul 05.00 WIB, hingga sekitar satu jam. TIPE fakultas lantas tak dapat berbuat banyak akan hal tersebut. Padahal, hal tersebut jelas melanggar peraturan. “Kami tidak bisa mengehtikan acara secara langsung di depan maba,” terang Alief ketika di fakultasnya terjadi hal serupa. “Tetapi kami sudah melayangkan teguran-teguran kepada panitia.”

Sebenarnya, TIPE punya hak untuk membubarkan acara MPA bila menyalahi aturan. Namun sayang, hal ini nampaknya sulit diwujud. “Soalnya biasanya TIPE fakultas digencet sama panitia MPA,” tutur Anisa Nurhasanah, salah satu anggota MTM yang ikut mengawasi jalannya MPA di FIP (29/8).

Dengan kondisi seperti ini, maka tidak berlebihan bila kerja TIPE jadi tidak nampak. Makanya mereka pun sering diposisikan sebagai subordinasi oleh Panitia MPA. “Memang TIPE harus mengubah mindset panitia MPA terhadap kinerja TIPE yang dianggap tak berguna,” tukas Niko.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *