Pacu Semangat Lewat Motivasi

863 Comments

Pelatihan motivasi hanya melahirkan semangat yang semu dan cenderung bersifat adiktif.

DalamMasa Pengenalan Akademik (MPA)2012, Fakultas Teknik (FT)memasukkan training motivasi sebagai salah satu materi yang akan diberikan kepada mahasiswa baru (maba). Materi ini kemudian diisi oleh alumni FT yang semasa kuliah aktif berorganisasi.  “Selain karena alasan biayanya lebih murah, pihak panitia juga ingin memberikan cerminan lulusan FT yang sukses kepada maba,” ujar Koordinator Komisi Disiplin MPA FT Raden Denay.

Dengan begitu diharapkan maba akan terpacu semangatnya dalam mengikuti kegiatan perkuliahan. Tak hanya itu, Herda Dwi Cahyaputra  selaku Ketua Panitia MPA FT juga ingin mengenalkan kepada maba tentang pentingnya berorganisasi. “Saya berharap disamping prestasi, melalui pemberian materi ini maba juga terunggah niatnya untuk aktif dalam kegiatan berorganisasi,” papar Herda.

Hal tersebut diperkuat oleh Pembantu Dekan III Tuti Iriani. Lewat pemberian materi motivasi, dirinya mengiginkan maba tahu perbedaan antara dunia sekolah dan kuliah. Karena hal seperti ini menurutnya merupakan kebutuhan utama. “Maba akan tahu tentang apa saja yang akan dilakukannya kedepan sebagai mahasiswa UNJ,” tambah Tuti.

Namun karena perbedaan zaman antara pembicara dan maba, training motivasi tersebut menjadi tidak kontekstual. Pemberian materi ini bagi banyak mahasiswa hanya menjadi hal yang berlalu begitu saja.Apalagi mengingat situasi yang harus dihadapi maba sekarang ini.

Biaya kuliah yang semakin mahal. Mahasiswa dituntut untuk lulus cepat. Padahal kelulusan yang cepat juga tidak menjamin langsung mendapatkan pekerjaan. Tapi di satu sisi juga semakin lama kuliah, semakin besar juga nominal yang harus dikeluarkan.  Mahasiswa berada pada posisi dilematis saat ini. Namun yang ada pada benak mereka yang jelas adalah mempercepat masa studi.

Maka kegiatan di luar ruang kuliah jadi sesuatu yang tidak menarik untuk diikuti. Karena dinilai bisa menghambat perkuliahan. Hal ini menjadikan pemberian materi seperi ini sia-sia. Sebab ada sebuah tembok besar yang menghalangi jalan mereka menuju sisi dibaliknya. Pemberian pelatihan semacam ini, hanya memunculkan motivasi yang semu, dan cenderung bersifat adiktif. “Jika motivasi di dalam diri maba mulai hilang, kegiatan-kegiatan semacam itu akan diberikan kembali,” kata Herda.

Pelatihan motivasi memang dianggap menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter maba oleh rektorat dan dekanat fakultas. Bukan Cuma FT yang menyelenggarakannya. Di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) acara serupa dilaksanakan, dengan format yang sama. Menghadir alumni berprestasi, untuk memberikan motivasi dan dijadikan sosok inspiratif.

Memandang hal ini, Sugeng Prakoso, dosen jurusan Sejarah mengatakan hal ini tidak akan punya pengaruh besar terhadap mahasiswa. Peningkatan motivasi semestinya dibiasakan melalui  keseharian mahasiswa. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan melakukan prinsip penilaian yang ketat buat mahasiswa. “Saya tidak akan menilai tugas karya tulis yang terlalu banyak plagiatnya,” ujar Sugeng. “Demi memacu semangat dan kepercayaan diri mahasiswa.”

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *