Sosialisasi Lewat Kampung Gedung G

1 Comment

Melihat menurunnya minat dalam berorganisasi, kampung Gedung G pun digelar. 

Sejak hari selasa, tanggal 28 Agustus, mulai pukul 16.00 hingga magrib jalan didepan gedung G selalu ramai. Beragam stand Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) berjajar di sepanjang jalan. Setiap stand memberikan ciri dan keunikan tersendiri dari tiap-tiap UKM. Kemeriahan acara ini dinamakan kampung gedung G.

Kemunculan kampung Gedung G merupakan bagian dari MPA tahun ini. kampung gedung G mewarnai MPA sampai tanggal 31 Agustus. Tujuan diadakan acara kampung gedung G ini, menurut Bregas, anggota Forum Komunikasi (FK) UKM, para pegiat UKM ingin mengantisipas banyaknya mahasiswa baru (maba) yang mencapai 6.000 lebih. ”Karena pada saat penutupan MPA nanti, akan ada maba yang tidak bisa melihat pertunjukan dari para UKM,” ujarnya ketika ditemui disela-sela persiapan acara penutupan MPA, Jumat (31/08/2012). Penyebabnya Gedung Serba Guna (GSG) kampus B UNJ tidak mampu menampung semua maba. Hingga ada maba berada di luar GSG.

Promosi total perlu dilakukan unit menyikapi kecendrungan penurunan minat berorganisasi mahasiswa. ”Kampung gedung G dimanfaatkan untuk mempromosikan tiap-tiap UKM dalam menjaring kader baru agar lebih maksimal,” tukas Bregas. Dengan begitu, organisasi akan tetap hidup, sekaligus regenerasi akan terus berjalan.

Keenganan berorganisasi yang terjadi pada mahasiswa disebabkan beratnya perkuliahan. Mahasiswa semakin digiring  untuk tetap berada di ruang kuliah. Bentuknya berupa banyaknya penugasan yang diberikan dosen diruang perkuliahan, serta kurikulum yang sangat padat. “Ya, saya akui kalau tugas kuliah sangat padat sekali,” tutur Hilda, mahasiswa FBS 2011.

Padahal ada manfaat yang didapat ketika berorganisasi. Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Komarudin organisasi itu sangat penting, jika kuliah pulang-kuliah pulang itu tidak akan bisa mengasah softskill dan bakat. Organisasi dirasa sangat efektif sebagai alternative pembelajaran diruang kelas. ” Seperti mahasiswa yang kurang mampu berbicara di depan banyak orang,” ujar Komarudin yang juga pernah mengalami organisasi di gedung G. menurutnya, organisasi perlu sering-sering mensosialiasasikan diri.

Oleh sebab itu, kampung gedung G merupakan cara para unit menggunkan momen MPA. Bagi maba acara ini cukup menarik. Maba FBS 2012 yang melewati kampung gedung G, Aldi embe, mengatakan, “bagus-bagus aja.” Maba lainnya pun menymbut positif acara ini. “Bagus kok acaranya, trus pada niat gitu,” ujar Balkan Alwi, maba FBS 2012. Tapi dia menyayangkan gaya berinteraksi para unit. “gaya nariknya udah kaya sales,” tambahnya.

Namun, sayangnya masih ada sebagian maba yang tidak menyusuri melewati depan gedung G ketika ingin pulang. Bahkan, ada fakultas yang tidak mengadakan kegiatan keliling kampus. Padahal Fakhrudin Arbah, selaku Pembantu Rektor (PR) III, mengatakn MPA ini harus diimplementasikan dengan baik demi lebih mengenal kampusnya. ”Karena nantinya maba akan berkuliah di UNJ,” tukasnya.

Semoga saja, sosialisasi lewat kampung gedung G ini mampu menjaring lebih banyak peminat organisasi. Sebab, represi akademis di ruang kuliah sudah sedemikian akut. Regenerasi organisasi pun jadi taruhannya.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *