UNJ Kebanjiran, Pedagang Merugi

No Comment Yet

Perahu karet terlihat hilir mudik di tengah banjir yang melanda UNJ pada Kamis, (17/2).

 

Air setinggi  50 sentimeter, menggenangi area kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Akibat hujan yang mengguyur Jakarta sedari malam hari hingga pagi ini. Syahdan, aktivitas perkantoran dan kegiatan belajar mengajar di UNJ lumpuh total.

Begitupun yang terjadi pada para pedagang makanan dan fotokopi. Yang sudah sejak subuh tadi, datang dan berharap dapat menjalankan aktivitasnya seperti biasa. “ Waktu saya ke sini jam 04.00 belum banjir. Nah, pas jam 06.00 air setinggi mata kaki sudah kelihatan di luar,” kata Romlah salah seorang pedagang makanan di Kantin Blok M. Yang sudah terlanjur memasak lauk pauk guna dijajakan hari ini. “ Dan denger-denger sih, kuliah diliburkan, jadi rugi deh,” sesal Romlah.

Tidak hanya pedagang makanan yang terkena imbas dari masalah UNJ kebanjiran. Amran, pedagang fotokopi yang tokonya terletak di samping taman Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) juga mengalami nasib serupa. “ Waktu gue ke sini, di toko sudah banjir sedengkul saja,” ungkap Amran. Dia mengatakan mesin fotokopi, etalase yang berisi peralatan kantor pun ludes terendam air. “ Yang jelas hari ini fotokopian gak jalan. Besok juga belum tentu, karena mesin belum bisa dipastikan bisa terpakai atau tidak,” tambahnya sembari menguras air banjir di toko dengan ember bekas cat.

Pak Kumis yang juga operator fotokopi di mana tempat Amran bekerja. Menaksir kerugian akibat banjir,  “ hari ini aturan gue bisa dapat Rp 500.000. Karena banjir, mesin fotokopi tidak bisa dipakai dan beberapa dagangan kerendem air. Gue mesti nombok satu jutaan,” cetus pria yang sudah berdagang sejak masih zaman IKIP Jakarta. Alhasil, bukan hanya aktivitas dagang yang lumpuh karena banjir. Akibat hal ini semua pedagang mesti mengalami kerugian.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *