Pemuda, Berubah!

No Comment Yet


Judul : Berani Mengubah
Penulis : Pandji Pragiwaksono
Penerbit : Bentang, Desember 2012
Tebal : xiv+198 halaman

 

“Ada dua jenis pemuda di dunia. Mereka yang menuntut perubahan dan menciptakan perubahan.”-Pandji Pragiwaksono

Banyak pemuda yang selalu mempertanyakan menyoal kemajuan bangsanya. Padahal, semua sejarah menyatakan bahwa perubahan dibawa oleh pemudanya. Melalui buku berjudul, Berani Mengubah, sebagai penulis Pandji Pragiwaksono. Mengajak untuk semua pemuda, membalik pertanyaan tersebut dan kemudian menjawabnya.

Hal ini berangkat dari banyak pemuda yang resah, risau, dan galau melihat kondisi Indonesia hari ini. Tapi sedikit yang mau bergerak. Artinya, keresahan dan kerisauan tersebut tidak dapat dibentuk menjadi sebuah perubahan untuk Indonesia. Panji menulis buku ini guna menjawab buku yang sebelumnya pernah ditulis yaitu: NASIONAL.IS.ME dan Merdeka Dalam Bercanda. Mengenai pertanyaan setelah nasionalisme, lalu apa.

Sebenarnya ada yang bisa dilakukan oleh pemuda, terhadap kondisi yang kini dialami oleh Indonesia. Dalam ranah politik misalnya. Partai-partai politik di Indonesia sadar bahwa majunya reformasi politik di Indonesia tidak diikuti oleh pemahaman rakyatnya.

Partai mencalonkan artis-artis dengan harapan dipilih oleh rakyat sehingga mereka bisa punya kursi sebanyak-banyaknya di parlemen. Para artis ini tidak perlu paham apa-apa. Meskipun paham, tidak akan membawa pengaruh karena jumlah kursi lebih penting bagi partai dalam menentu kebijakan. Yang penting, semua legislator yang duduk di kursi tersebut kelak bisa satu suara. Suara partai.

Inilah realita yang terjadi. Penulis, yang juga merupakan seorang entertaint, menjelaskan ada kesalahan dalam politik Indonesia, ketika para legislatornya itu tidak kompeten. Apalagi dia berangkat dari dunia hiburan (artis). Yang menjadi bukti, ketika banyak calon legislatif berangkat dari kalangan selebritis. Mengisyaratkan bahwa rakyat Indonesia tidak tahu apa yang baik untuk dirinya bisa dilihat dari acara televisi dengan rating tertinggi di Indonesia: sinetron. Kemudian, kalau rakyatnya ternyata tidak tahu apa yang terbaik untuknya, solusinya bagaimana?

Penulis mengajak pemuda untuk melakukan pencerdasan politik. Yang terutama untuk dilakukan ialah berpikir menyoal politik. Kemudian peduli terhadap isu-isu dan permasalahan politik. Dalam buku ini penulis menerangkan bahwa dirinya bukanlah orang yang kompeten dalam hal politik. Makanya, penulis merasa tidak layak untuk duduk di kursi pemerintahan.

Penulis mengajak pemuda untuk melakukan aksi perubahan berupa memulainya dengan mengikuti berita politik. Lalu membawa wawasan politik ke dalam lingkungan terdekat. Selanjutnya, memiliki opini politik, yang merupakan awalan yang penting untuk sadar berpolitik. Jika sesuai dengan passion, penulis mengajak segeralah terjun ke dunia politik. Baik dari dalam maupun dari luar, susah, tapi pasti bisa. Artinya, ketidakpedulian kita terhadap politik Indonesia, membawa korban. Korbannya adalah diri kita sendiri, rakyat Indonesia.

Selain melihat permasalahan politik, buku ini juga memaparkan permasalahan hukum dan ekonomi. Berangkat dari pengalaman pribadi penulis, adanya korupsi dikarenakan bukan hanya kebutuhan. Kasus hukum yang sering terjadi di jalan, menyoal pelanggaran lalu lintas. Sampai ada usaha menyuap oknum polisi di jalan, dikarenakan kita sendiri yang tidak sadar akan hukum tersebut.

Padahal, tindakan tersebut sama-sama melanggar hukum. Bagi penyuap dan yang disuap. Syahdan, semesta tindakan korup dilestarikan dari tindakan kecil macam permasalahan tersebut. Penulis mengajak untuk pemuda agar sadar dan patuh hukum. Dengan sadar lalu lintas, dan tidak berusaha melakukan tindakan penyuapan ketika pelanggaran terjadi.

Setelah terbangun kesadaran akan adanya permasalahan poltik, hukum, ekonomi di Indonesia. Guna mewujud aksi perubahan, pemuda mesti mempelajari betul lebih banyak tentang Indonesia, lebih dari apa yang biasa dikonsumsi melalui berita. Cari tahu Indonesia yang sesungguhnya, dengan menjelajahi desa, kota, lautan Indonesia, tidak hanya untuk berlibur, tetapi untuk menemui masyarakatnya, mengamati kehidupannya.

Setelah itu pelajari permasalahan rakyat. Kalau perlu, runuti ke belakang dan telusuri hingga sekarang. Cermati peluang perbaikan apa yang kira-kira dibutuhkan. Kuncinya dengan membentuk gerakan sosial apa yang bisa lahir bersama teman-teman yang sepemikiran.

Alhasil, buku ini berisi atas sejumlah anjuran dan ajakan. Layaknya buku “How to” dan ditujukan untuk mereka yang berani mengubah Indonesia. Yang dalam buku ini dan berdasar atas kacamata dan kondisi penulis berada, yaitu kelas menengah.

Tiap babnya adalah jawaban untuk pertanyaan, “apa yang harus saya lakukan untuk mengubah Indonesia?” Dengan segala resikonya, dengan segala harapnya. Buku ini berisi beberapa hal yang patut kita pelajari, selami, dan jalani agar bisa menjadi individu yang dibutuhkan Indonesia saat ini. Tentu untuk menjadi bangsa dan negara yang baik dan lebih baik lagi.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *