“Gue Mau Bebas…”

No Comment Yet

Kadang orang menyebut tempat di mana Komunitas Taman Sejarah bermukim dengan nama “Kosan Jon”

Sudah menjadi hal yang manusiawi jika pada akhirnya mahasiswa membutuhkan ruang untuk sekadar bersenda gurau dan berkumpul sebelum dan selepas beraktivitas kuliah. Maka tak heran, jika mahasiswa UNJ selalu berkumpul di bawah pohon bahkan hingga memenuhi tepian lahan parkir.

Namun kini ada fenomena yang lebih unik, tepat di bagian belakang Gedung K Fakultas Ilmu Sosial (FIS). Terdapat sebuah ruang kosong, kira-kira berukuran dua kali dua meter, dan tidak berpenghuni. Tersedia di dalamnya mulai dari papan tulis, hingga jendela dari terpal yang digulung layaknya sebuah kamar. Ruang tersebut pun sudah diberi nama oleh penghuninya. “Taman Sejarah” begitu kira-kira.

Tomo, salah satu dari beberapa mahasiswa Sejarah penghuni tongkrongan tersebut mengatakan, “tempat ini dimanfaatkan untuk kita nongkrong aja, abis di kelas sumpek nggak bebas. Disini kan kita bisa teriak dan ketawa-ketawa sepuasnya.” Ia beserta kawan-kawannya pun selalu menyempatkan diri untuk berkumpul di tempat yang dekat dengan pembuangan air itu, setiap waktu sebelum masuk ataupun jeda kuliah.

Yupi, selaku salah satu yang menginisiasi tempat itu menjadi base camp pun mengamini ihwal itu. Menurut mahasiswa berbadan subur tersebut, ia dan teman-teman sekelasnya selain hanya bersenda gurau dan ngobrol ngalor-ngidul menjadikan tempat itu sebagai arena belajar. Sehingga, tempat itu dilengkapi dengan white board dan spidol, ditambah paku yang ditancapkan ke dinding sebgai gantungan baju dan helm. “Kadang ada dosen yang nyinggung juga, padahal gue sama temen-temen latihan ngajar atau mengulang bahasan di kuliah juga,” tukasnya percaya diri.

Arena nongkrong yang mereka huni pun akhirnya turut menjadi berkah bagi penjual rokok dan kopi. Bang Anto misalnya, pedagang paruh baya ini mengaku sudah beberapa tahun ini menjadikan halaman belakang FIS, yang saat ini sudah dipadati oleh kendaraan roda dua sebagai tempat mangkal tetap. “Langganan saya paling anak-anak yang nongkrong disini (belakang FIS-Red). Ada juga sih kadang-kadang tukang parkir,” akunya.

Tak khawatir dengan renovasi dan pembangunan yang gencar dilakukan UNJ khususnya FIS, Tomo pun hanya berkomentar, “nggak masalah ini mau dirobohin, siapa suruh kita tidak diberi wadah ekspresi,” curhatnya protes.

Indra Gunawan

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *