Lagi-lagi Siakad Bermasalah

3 Comments

Siakad Error. Mahasiswa mengadu ke Puskom.

Sudah dipersalahkan, mahasiswa juga dirugikan

Kamis (31/1) kantor Pusat Komputer (Puskom) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) nampak disesaki sivitas akademika. Salah satunya Hesti, mahasiswi Jurusan Matematika 2006 hendak mencari pemecahan masalahnya, tidak bisa mengakses situs Sistem Informasi Akademik (Siakad). “Saya mau urus kode siakad, karena yang tertera di slip BNI tidak dapat digunakan,” keluhnya.

Belum lagi Hesti dilayani, datang pula seorang Dosen Jurusan Ilmu Sosial Politik (ISP) Herawati. Ia bingung, sebab mahasiswanya melapor nilai mata kuliah yang diampunya tidak muncul pada lembar cetak pra-transkrip. Ketika dikonfirmasi ternyata data di komputer Puskom masih lengkap. Pihak Puskom menjelaskan, nilai yang belum mencapai standar kelulusan memang tidak terdeteksi di pra-transkip, maka mereka dianjurkan mencetak Kartu Hasil Studi (KHS). Ketika ditemui di lobi Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Ibu yang kerap disapa Hera ini mengatakan, “ini murni salah sistem, serta mahasiswa karena mencetak pra-transkip sebelum nilai dikirim ke Puskom.” Namun, saat ditanya soal keterlambatannya memasukkan nilai, ia enggan menjawab.

Kesulitan akses, kesalahan pengaturan waktu, dan beragam persoalan lain yang muncul dari Siakad menjadi rentetan masalah yang masih menghantui mahasiswa UNJ. Hal Ini sangat menganggu kegiatan akademik dan kemahasiswaan terutama yang telah direncanakan pada kalender akademik. Padahal mahasiswa diwajibkan membayar Rp 40.000 per semester untuk layanan informasi dan teknologi.

Untuk mengatasi masalah administrasi akademik ini Zainal Rafli selaku Pembantu Rektor (PR) I, bergegas mengadakan rapat dadakan (30/1) di ruangannya. Pertemuan yang diagendakan untuk membahas solusi permasalahan Siakad ini dihadiri oleh pejabat kampus yang terkait. Diantaranya Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Syaifullah, Pembantu Dekan (PD) I FE Dedi Purwana, PD I FIP Asep Supena, dan Kepala Hubungan Masyarakat UNJ Widya Paramita.

Usai rapat, Syaifullah berkomentar dengan nada mengeluh, “ini semua karena mahasiswa, hingga rapat begini.” Sementara PR I, ketika ditemui hanya menyampaikan permasalahan umum dan solusi sementara untuk masalah Siakad. “Lalu lintas informasi bermasalah karena bentrok dalam pemasukan nilai dan banyaknya jumlah pengakses.” Selain itu, server dan laboratorium Siakad diakui kurang memadai. Pihak rektorat pun mengambil sikap, dengan pemberian nilai di akhir, penginstalan ulang di anjungan serta memberikan perpanjangan waktu untuk pengisian administrasi akademik melalui Siakad.

Sementara waktu pengisian nilai oleh dosen telah ditutup, nilai yang belum ada dapat diperbaiki secara manual dengan surat usulan Kajur dan diketahui PD I ke Puskom dengan melampirkan beberapa form isian. Mulai Kamis, 31 Januari 2013 , mahasiswa yang kesulitan akses SIAKAD dan belum melihat KHS atau mengisi KRS dipersilakan menuju Anjungan jurusan/fakultas masing2 untuk melihat nilai mata kuliah dan Lab komputer fakultas masing-masing untuk mengisi KRS.

Pihak mahasiswa sangat dirugikan karena macetnya Siakad. Bagai peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka telah membayar biaya IT tiap semester, namun tidak memperoleh hak dan pelayanan yang sesuai. Mahasiswa justru dirugikan dan dipersulit dalam mengakses KRS dan KHS. Dengan sistem administrasi dan birokrasi yang berbelit-belit dalam proses secara manual. Salah satunya untuk mencetak lembar pra-transkrip, “surat pengantar dari fakultas terpaksa ditahan, karena BAAK tidak mau mencetak transkrip nilai, mahasiswa yang meminta terlalu banyak,” bisik Putri, Staff Akademik FIS kepada Didaktika di belakang antrian mahasiswa.

Ferrika Lukmana Sari 

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *