Irsal: Puskom Mengkhawatirkan

1 Comment

Surat Edaran PR I terkait masalah Siakad

 

Kalau mengikuti kalender akademik semester 098 perkuliahan mulai aktif pada besok Senin, (11/2). Tapi sampai hari ini banyak mahasiswa UNJ yang belum mengisi KRS dikarenakan masih sulit mengakses Siakad. Di anjungan FBS misalnya, “ sudah dua jam saya mengantri di sini untuk mengisi Siakad,” kata Muhammad mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Perancis. “ Cuma di anjungan yang bisa ngakses Siakad. Di rumah sudah ratusan kali dicoba, tetep tidak bisa,” tambahnya.

Menanggapi hal ini, dalam diskusi yang berlangsung pada Kamis, (7/2) bertempat di Aula Daksinapati Kepala Puskom Irsal menjelaskan kepada mahasiswa terkait sulitnya Siakad diakses di tengah waktu perkuliahan yang semakin mendekat. “ Tidak perlu khawatir, tanpa KRS mahasiswa masih bisa tetap kuliah. Saya mendapat kepastian ini dari Pembantu Rektor I,” imbuh Irsal meyakinkan mahasiswa.

Terkait kepastian Siakad tidak akan sulit diakses, Irsal belum berani menjawab. Alumni Jurusan Teknik Elektronika IKIP Jakarta ini malah menyampaikan keluhannya. Bahwa selama ini UNJ belum berkomitmen terhadap paradigma komputerisasi. Artinya, Irsal masih mempertanyakan soal keseriusan UNJ dalam meninggalkan budaya manual, yang menurutnya tidak efektif dan efisien. “ Seperti yang saya alami dulu semasa kuliah, masih mesti mengantri saat ingin melakukan pendaftaran ulang,” cerita lelaki yang sudah lima tahun menjabat sebagai Kepala Puskom.

Menurutnya, UNJ tidak pernah memberikan perhatian khusus terhadap sistem komputerisasi. “ Puskom dalam setahun cuma dapat 163 juta. Nominal ini sangat kecil dibandingkan dengan Humas yang mendapat dana 800 juta pertahun,” ungkap Irsal geram. Padahal jika dilihat pada skala prioritas kerja, Puskom sangat memiliki pengaruh besar terhadap permasalahan administrasi dan akademik. Dana tahunan yang didapat Puskompun digunakan untuk membayar biaya perawatan dan operasional.

Syahdan, Irsal pun tidak dapat memberikan jaminan ke depan bahwa Siakad ini akan terbebas dari masalah. Satu-satunya harapan itu tergantung pada dana pembangunan gedung IDB yang akan didapat Puskom sebesar 3,1 Miliar. “ Itu saja untuk penambahan jumlah PC dan server yang sudah lama saya ajukan. Untuk sekarang Puskom mengkhawatirkan,” keluh Irsal yang tidak memiliki banyak PC dan SDM guna membangun komitmen terhadap sistem komputerisasi di UNJ.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *