Nyok Nonton dan Diskusi Pilem, “Di Balik Frekuensi”

1 Comment

 

Klaim besar buah dari reformasi adalah terbukanya kran kebebasan bersuara dan berpendapat yang direpresentasi oleh kebebasan pers dalam mewarta. Dalam beberapa dekade kebelakang, tak heran jika pers pernah mengalami pembreidelan, dan pewartanya mendapat ancaman bahkan diculik. Ketika mewartakan sesuatu yang berkenaan dengan stabilitas kenyamanan kaum tiran dalam berkuasa.

Nyatanya, reformasi yang membawa semangat dan gairah demokrasi. Tak ubahnya membawa Indonesia pada konglomerasi pers. Industri pers tumbuh dan menjamur. Pemiliknya yang berasal dari pengusaha cum politikus cum pejabat semakin masif. Tiap pemilik pers memiliki kepentingannya sendiri-sendiri. Hal ini tertera dan bisa dilihat dalam tayangan dan pewartaan produk persnya.

Syahdan, jangan heran kalau kita melihat tayangan dan pewartaan produk pers yang tidak memberikan pencerdasan terhadap masyarakat. Malah membuat masyarakat semakin bodoh dan cair. Pikirnya, masyarakat itu sekadar konsumen, objek pasif yang dibentuk seselera pemilik kepentingan atas tayangan dan pewartaan produk pers tersebut.

Untuk itu, melalui film Di Balik Frekuensi yang bercerita menyoal monopoli industri pers yang kebanyakan mengabdi pada kepentingan pemilik ketimbang mengabdi pada publik. Lembaga Pers Mahasiswa Didaktika bekerja sama dengan beberapa elemen organisasi kemahasiswaan UNJ dan tim Di Balik Frekuensi. Menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film, Di Balik Frekuensi, dengan tema, “Nasdem: Nasib Demokrasi dan Media.” Pada Kamis (14/2), pukul 12.30-selesai, bertempat di Aula GSG Fakultas Ilmu Sosial, Gedung K, UNJ. Hadir juga Ucu Agustin (Sutradara), Luviana (Pemeran), Franz Magnis Suseno (Budayawan), Ignatius Haryanto (Direktur Eksekutif LSPP) yang akan berbagi cerita menyoal film dan diskusi tersebut.

Acara ini gratis, untuk informasi dan pendaftaran dapat menghubungi Daniel Fajar (085773153256).

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *