Di Balik Frekuensi, Ada Komodifikasi

No Comment Yet

Pembicara, dari kanan ke kiri, Ursula Tumiwa (Produser DBF), Franz Magnis Suseno (Budayawan), Ignatius Haryanto (Direk LSPP)

Menjadi sebuah bahaya ketika berita yang disajikan oleh produk media dapat dipesan oleh pemilik modal, politikus, pejabat, bahkan pemilik pabrik berita. Hal itu disampaikan oleh Franz Magnis Suseno dalam pemutaran dan diskusi film, Di Balik Frekuensi yang berlangsung pada Kamis (14/20), di Ruang Serba Guna Fakultas Ilmu Sosial, UNJ. “ Ketika media tidak mau melakukan kritik dan dikritik. Itulah awal mula fasisme. Apalagi ketika media dapat dibeli, hal ini akan sangat berbahaya,” papar Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara.

Kepada Didaktika Franz Magnis Suseno menambahkan bahwa kapitalisme tidak lagi berkutat pada komodifikasi atas tanah, tenaga kerja dan modal. “ Komodifikasi udara dan komunikasi menjadi sebuah keniscayaan dalam sebuah negara industri. Seperti di Jerman, kini Indonesia ingin memulainya,” ungkap Franz Magnis Suseno.

Acara yang digelar oleh Lembaga Pers Mahasiswa Didaktika ini juga mengundang Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Ignatius Haryanto, dan Produser Film Di Balik Frekuensi Ursula Tumiwa sebagai pembicara. Senada dengan Franz Magnis Suseno, terkait adanya komodifikasi udara dan konglomerasi media. Ignatius Haryanto mengatakan, “ kepemilikan media di Indonesia bisa dihitung jari. Itu saja dimiliki oleh mereka yang juga bermain di ranah politik, meskipun ada partai lain yang juga tidak memiliki media.”

Ketika kondisi sudah seperti ini, media berselingkuh dengan kepentingan pengusaha sekaligus politik praktis. “ Yang akan terjadi adalah pemberangusan pendirian serikat pekerja,” terang Ignatius Haryanto. Hal inilah yang kemudian, “ akan menghambat tuntutan dasar buruh soal kesejahteraan. Alhasil, kasus yang menimpa Luviana dalam film tadi bisa terjadi,” imbuh Franz Magnis Suseno.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *