Usut Tuntas Kasus Korupsi Anggaran Pendidikan

No Comment Yet

Pembacaan orasi sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Spora UNJ saat berada di Lobi Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta.

Dua mahasiswa UNJ dengan masing-masing pesan yang ditujukan ke pengadilan salah satunya ialah, “Usut Tuntas dan Adili Para Koruptor”.

Puluhan mahasiswa UNJ menduduki Gedung Tipikor, Jakarta. Saat proses sidang kasus korupsi UNJ yang berlangsung pada Kamis (21/3), dari pukul 10.00 sampai 13.00 WIB.

Korupsi massal yang terjadi di 16 perguruan tinggi di Indonesia baru-baru ini. Yang menyeret sejumlah pejabat (rektor, pembantu rektor, dosen) di institusi pendidikannya masing-masing. Telah merugikan negara dengan mencuri uang rakyat dan mengalir ke rekening pribadi sejumlah Rp 309,7 miliar.

Hal ini disampaikan oleh Bakti Paringgi dalam orasinya. Saat puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan dirinya Solidaritas Pemuda Rawamangun Universitas Negeri Jakarta (Spora UNJ). Menggelar aksi unjuk rasa di gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (21/3), siang ini.

Aksi unjuk rasa ini juga bertepatan dengan berlangsungnya sidang lanjutan atas kasus korupsi pengadaan alat laboratorium UNJ, menyeret dua pejabat UNJ.Yang kini telah ditetapkan sebagai terdakwa yaitu Pembantu Rektor III UNJ Fakhrudin Arbah dan Dosen Fakultas Teknik UNJ Tri Mulyono. Sedang memasuki tahap pemanggilan saksi dari pihak UNJ, setelah sebelumnya saksi dari Grup Permai yaitu Yulianis, Gerhana Sianipar, dan Mindo Rosalina manulang. Dipanggil oleh Pengadilan Tipikor untuk memberikan kesaksian atas kasus korupsi UNJ yang telah merugikan negara sejumlah 5 miliar ini.

Spora UNJ menuntut agar pengadilan Tipikor segera mengusut tuntas kasus korupsi yang terjadi di UNJ dan universitas lainnya tanpa pandang bulu dalam menetapkan terdakwa. “ Tidak hanya Fakhrudin dan Tri Mulyono, kami juga ingin Tipikor segera menjadikan Rektor UNJ Bedjo Sujanto dan nama lainnya yang menerima aliran korupsi dijadikan juga sebagai terdakwa,” jelas Bakti Paringgi. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNJ ini menambahkan, di Untirta dan beberapa kamupul lainnya, rektornya sudah ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus korupsi tersebut.

Kasus korupsi pengadaan alat laboratorium UNJ telah berlangsung larut, sejak awal Fakhrudin diperiksa sebagai saksi pada tahun 2010. Atas kesaksian yang diberikan oleh Mindo Rosalina Manulang kepada bekas anggota DPR Angelina Sondakh yang diduga sebagai penghubung beberapa proyek yang ada di Kementerian Pendidikan dengan grup perusahaan bekas bendahara umum Partai Demokrat M.Nazaruddin. “ Kasus korupsi di UNJ ini sudah lama. Kami mahasiswa sudah menduga adanya korupsi ketika UNJ tengah giat membangun sarana prasarana sejak tahun 2010,” ungkap Koordinator Spora UNJ Ahmad Faisal.

Pembangunan tersebut selain melibatkan anggaran pemerintah melalui APBN dan APBN-P. Dengan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PK BLU), universitas berhak melakukan pembiayaan diluar dari anggaran pemerintah. “ Alhasil, liberalisasi dan komersialisasi terjadi di institusi pendidikan. Inilah kemudian yang menyebabkan kasus korupsi marak terjadi,” cetus Faisal. Dia juga mengatakan, mahasiswa UNJ selain menuntut kepada pemerintah untuk mengusut tuntas kasus korupsi. Juga mencabut kebijakan dan sistem yang meliberalisasi pendidikan, sehingga hak rakyat untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran menjadi tertutup. “ Yang kemudian terjadi pada kasus korupsi ini ialah negara sudah inkonstitusial karena tidak mampu menjalankan amanat UUD,” tambahnya.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *