Ditetapkan Sebagai Terdakwa, PR III UNJ Mengundurkan Diri?

5 Comments

Pembantu Rektor III UNJ Fakhruddin Arbah

Saat masih dalam pemeriksaan atas dugaan kasus korupsi pengadaan alat laboratorium Universitas Negeri Jakarta (UNJ), pada tahun 2010 silam. Tidak ada niatan sedikit pun dari Pembantu Rektor III Fakhruddin Arbach untuk mengundurkan diri. “Situasinya pada saat itu, masih biasa saja,” cerita Fakhruddin saat ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (14/3) waktu lalu. Di mana pada waktu itu proses persidangan memanggil kesaksian dari tiga perempuan dari Grup Permai. Sebagai rekanan pengadaan barang dengan pihak UNJ. 

Kini, sejak ditetapkan statusnya menjadi terdakwa, kondisi itu berubah. Meski dalam pelaksanaan pembukaan Masa Pengenalan Akademik (MPA) tahun 2012 lalu. Fakhruddin, sempat menggantikan posisi Rektor UNJ Bedjo Sujanto yang tidak hadir. Guna memberikan sambutan dan pidato kepada para mahasiswa baru.

Pembantu Rektor yang juga mengajar di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) ini berniat mengundurkan diri dari jabatannya tersebut. Dikarenakan statusnya sebagai terdakwa atas kasus korupsi pengadaan alat laboratorium UNJ. “ Saya sempat bilang ke rektor ingin mundur. Saya juga sempat membuat surat pengunduran diri padanya,” aku Fakhruddin merasa lelah, dan proses persidangan atas kasus korupsi dirasanya menguras waktu serta tenaga. “Kasihan keluarga saya di rumah, setiap waktu harus mendengar kabar kalau saya dituduh korupsi,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, saat ditemui di halaman gedung Daksinapati, FIP Senin, (6/5). Rektor UNJ Bedjo Sujanto membantah pengunduran diri salah satu pejabatnya tersebut. “Dia (PR III) cuma pernah bilang mau mundur sebagai kepala proyek, itu saja setahu saya, tidak sebagai Pembantu Rektor!” jelas rektor yang kini telah memasuki periode kedua kepemimpinannya.

Sampai saat ini, meski sudah berstatus sebagai terdakwa. Fakhruddin masih bertengger dijabatannya sebagai Pembantu Rektor. Kesibukannya pun kini bukan mengurusi hal kemahasiswaan UNJ, melainkan menghadiri persidangan. “ Ini (persidangan) sungguh menyita waktu saya mengajar dan sebagai PR III. Selain butuh persiapan, persidangan ini menyuruh saya untuk banyak merenung,” keluh Fakhruddin kepada Didaktika di ruang tangga darurat, gedung Tipikor. “Ya, sampai saat ini saya masih menerima penghasilan (sebagai PR III), di luar sebagai pengajar. Itu semua cukup, jadi ngapain saya korupsi,” tambahnya sembari membantah atas statusnya sebagai terdakwa.

Kondisi seperti ini, di mana ketika Fakhruddin sudah ditetapkan sebagai terdakwa, tetapi masih menjabat sebagai Pembantu Rektor. Mendapat tanggapan keras dari mahasiswa. Ketua Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM) Khambali yang baru saja terpilih menegaskan seharusnya PR III mempunyai tanggung jawab moral. “Mestinya Fakhruddin mundur. Dan mundurnya pun bukan jaminan UNJ bersih, karena korupsi merupakan masalah sistemik,” papar Khambali yang kini menempuh kuliah di Jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Mendapat tanggapan yang keras dari mahasiswa. Bedjo Sujanto tetap ngotot mempertahankan keberadaan Fakhruddin sebagai Pembantu Rektor meskipun telah berstatus sebagai terdakwa. Meski di persidangan telah memaparkan saksi dan bukti yang menjelaskan keterlibatan pejabat UNJ dalam korupsi pengadaan alat laboratorium. “Kita tunggu saja sampai persidangan (pembacaan tuntutan) selesai. Kalau sekarang kan belum ketahuan bersalah,” jelas Bedjo Sujanto sembari bergegas menuju gedung Rektorat.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *