Alumni Pulang Kampus

4 Comments

Tempat berlangsungnya kegiatan Alumni Pulang Kampus

Bertempat di Gedung Sertifikasi Guru Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Rabu (13/6), pembukaan acara Talkshow Alumni Pulang Kampus, diwarnai permintaan maaf dari ketua panitia pelaksana. Pasalnya, kegiatan yang masih dalam satu rangkaian acara Dies Natalis ke-49 UNJ ini berlangsung molor.

Meski dalam susunan acara pembukaan dimulai pukul 08.30 WIB. Dengan kondisi ruangan hanya terisi setengahnya dari kapasitas keseluruhan. Pembukaan kegiatan yang dipanitiai oleh Fakultas Bahasa dan Seni ini baru dimulai pukul 09.20 WIB.

“Kami sudah koordinasi dengan tim. Alumni yang sudah konfirmasi sebelum acara, ada 59 peserta,” terang Ketua Panitia Talkshow Alumni Pulang Kampus Muchlas Suseno. Dalam isian daftar hadir, alumni UNJ hanya ada 14, lainnya sembilan anggota Ikatan Alumni UNJ. Sisanya adalah mahasiswa UNJ yang diundang berdasar lembaga organisasi mahasiswa tingkat fakultas dan universitas. Yang jumlahnya tidak melebihi dari angka lima belas.

Muchlas Suseno memberi alasan bahwa ini tanpa mengurangi upaya panitia serta esensi dari acara. “Banyak Alumni yang tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Dan mahasiswa sedang menjalani kegiatan ujian akhir semester,” ungkapnya memberi penjelasan kepada peserta yang hadir.

Meski jumlah peserta acara tidak sesuai dengan perencanaan. Rektor UNJ Bedjo Sujanto yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tujuan acara ini sebagai medium komunikasi antara alumni dengan mahasiswa. “Alumni UNJ ada 28 ribu, dan tiap tahunnya akan bertambah lima ribu. Ini potensi untuk membesarkan kampus,” papar Bedjo Sujanto.

Sebagai rektor, dirinya menyesalkan masih banyak alumni atau mahasiswa yang tidak mau mengakui bahwa dia lulusan UNJ sebagai bekas Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP Jakarta). “Walaupun pada kenyataannya formasi guru sudah tidak ada, mestinya ini dijadikan sebuah motivasi,” imbuh Bedjo Sujanto. Sekaligus mengamini tema kegiatan Alumni Pulang Kampus, “Bersama Menumbuh-Kembangkan Jiwa Wirausaha untuk Menjawab Tantangan Dunia Kerja”. Sebagai wujud jalan tengah yang diambil UNJ sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Atas realitas, setiap lulusan universitas yang bukan LPTK, juga berpeluang mengisi formasi guru.

Dia juga meresahkan keberadaan suara-suara yang bernada kritik terhadap pendidikan, yang datangnya dari warga UNJ sendiri. Atas situasi yang beredar belakangan ini tentang karut marut Ujian Nasional serta Kasus Korupsi UNJ. “Dia cari makan di sini, tidak pernah bangga dan selalu menjelek-jelekan kampus. Memangnya dia sudah berbuat apa?” sindir Bedjo Sujanto tanpa menyebutkan siapakah orang yang dimaksud.

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *