Shalat Ied di Pool Truk

6 Comments

Warga Sunter Jaya, Jakarta Utara, melaksanakan shalat Idul Fitri 1434 Hijriah di sebuah pool truk.

Tanah seluas kurang lebih 500 meter persegi, yang setiap harinya dipakai sebagai pool truk. Pada Kamis (8/8), pagi tadi digunakan oleh masyarakat Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara sebagai tempat ibadah. Karna Masjid Jami Darussalam yang keberadaannya hanya sepuluh meter dari pool. Tidak mampu menampung lonjakan jumlah jamaah yang ingin melaksanakan shalat Idul Fitri 1434 Hijriah ini.

Meski sebagian jamaah yang datang sejak habis shalat subuh. Harus rela mendapat tempat di jalan raya, yang memang sudah disediakan oleh panitia masjid.  “Kita sudah mengantisipasi lonjakan ini. Makanya sejak shubuh tadi jalanan sekitar mesjid kami tutup,” kata Renes (18) selaku panitia pelaksana shalat Idul Fitri Masjid Jami Darussalam.

Di pool truk sendiri, ada empat puluhan jamaah yang melaksanakan shalat Idul Fitri ditemani oleh sejumlah truk-truk yang diparkir karna ditinggal mudik oleh pengemudinya. Renes pun mengakui, bahwa hal tersebut bukan baru tahun ini saja terjadi. Sejak dirinya berumur tujuh tahun, pool truk tersebut sering dijadikan tempat shalat-shalat tahunan macam Idul Fitri dan Idul Adha. “Lainnya macam sholat jumat, tidak pernah sampai sini (pool truk) kok,” ungkap Renes yang juga aktif di organisasi Remaja Masjid.

Dengan kondisi yang seperti ini, hampir seluruh jamaah dan masyarakat Sunter Jaya memakluminya. Bagi mereka beribadah di jalan raya dan pool truk seperti ini adalah kondisi umum dari sempitnya lahan di Jakarta, yang dipergunakan untuk kepentingan publik. Heri Suwanto (35), pria kelahiran Solo ini pun hanya bisa berujar pasrah. “Rumah saya saja cuma sepetak, luasnya hanya 25 meter persegi, Mas. Itu saja saya masih bersyukur punya rumah di Jakarta dan bisa shalat di tempat seluas ini,” imbuh Heri. Meskipun menghadap ke truk, Heri mengangap tidak masalah. Dia menambahkan, “gusti Allah itu ada di hati,” cetus Heri yang setiap harinya bekerja sebagai tukang bakso keliling.

Bagi masyarakat seperti Heri ini, beribadah di tempat seperti pool truk sudah menjadi sesuatu yang wajar. Jauh dari kondisi nyaman, serta ditemani pemandangan roda-roda berlumpur, bak truk berdebu, serta karat yang menempel di velg truk.

Hal ini tentu jauh dari pemandangan seperti yang kita lihat di dalam masjid, dimana hal itu bisa menjadi tambahan kekhusyuan dalam melaksanakan ibadah. Meskipun begitu, masyarakat seperti Heri ini tetap mempunyai harapan. “Saya rasa tidak perlu lagi masjid di pugar. Yang terpenting tanah lapang harus ada. Jangan setiap ada tanah kosong dibikin bangunan yang tidak jelas macam ruko,” harap Heri kepada pemerintah setempat agar mengembalikan fungsi tanah sebagaimana mestinya. Yaitu berpihak kepada kepentingan publik, tidak semata-mata guna meraup keuntungan kantong pribadi saja.

Ini tentu juga menjadi harapan masyarakat Sunter Jaya semuanya. Yunus (52), warga RT 004 Sunter Jaya ini juga berharap kepada pihak kelurahan agar tidak dengan mudah memberikan izin kepada para pengusaha. Guna membangun ruko dan kios yang jelas-jelas merugikan pedagang kaki lima serta kepentingan publik lainnya. “Disini sudah tidak ada tanah lapang lagi. Yang tersisa cuma pool truk ini buat sholat Idul Fitri dan Idul adha. Kita nyembah truk apa Tuhan sih,” canda Yunus yang berprofesi sebagai pekerja lepas harian.

Sembari berharap, masyarakat Sunter Jaya yang shalat Idul Fitri di pool truk tetap melaksanakan ibadah dengan aman dan tertib. Tentu hal semacam ini tidak dapat dibiarkan, sebab dalam konstitusi UUD, setiap warga negara berhak mendapat penghidupan yang layak, termasuk dalam beribadah. Beribadah di pool truk yang dilakukan oleh warga Sunter Jaya ini. Bisa jadi cerminan dari pembiaran pemerintah. Kalau dalam beribadah pemerintah kita saja sudah tidak adil, bagaimana dengan yang lainnya?

Satriono Priyo Utomo

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *