Mempertanyakan Masa Pengenalan Akademik

3 Comments

Peserta MPA sedang menyimak pengarahan

Berbagai pihak menganggap Masa Pengenalan Akademik (MPA) belum bisa mengenalkan kegiatan akademik kampus

Segenap rangkaian MPA telah disiapkan oleh para panitia MPA Universitas dari jauh-jauh hari. Mengusung tema Dengan Semangat MPA, Wujudkan Mahasiswa UNJ yang Berkarakter dan Berprestasi. Kornelius Pinondang selaku ketua MPA Universitas 2013 mengharapkan MPA dapat menimbulkan karakter mahasiswa baru (maba) yang lebih kritis, interaktif, sehingga dapat mengeluarkan pendapatnya. Dan berprestasi secara akademik, baik dalam bidang perkuliahan maupun lewat unit-unit kegiatan mahasiswa.

Untuk menunjang tema yang diusung agar mahasiswa Univesitas Negeri Jakarta (UNJ) lebih berkarakter dan berprestasi. Panitia MPA Universitas telah mempunyai konsep yang sejalan dengan situasi 17 Agustus. Dalam menumbuhkan karakter maba, panitia ingin mengadakan perlombaan gerak jalan dengan rute dari kampus – Monumen Nasional (Monas), atau dari Bundaran Hotel Indonesia – Monas. Rencanya hal ini akan dilombakan antar fakultas untuk membentuk jiwa kompetitif yang akhirnya menghasilkan prestasi. Namun, rancangan tersebut ditolak pihak rektorat. “Konsep kita tidak diterima oleh pimpinan (red-rektorat), mungkin karena masalah dana,” ungkap Kornel. Sebagai gantinya, panitia berusaha mengadakan materi tentang menumbuhkan karakter dan prestasi mahasiswa di penutupan acara MPA.

Kegiatan pasca MPA seperti program Masa Pembinaan Mahasiswa yang ditujukan sebagai pembentukan karakter diri, dan pelatihan membuat karya tulis tahun ini kembali diusung. Seperti dikatakan Syamsi, Staf Pembantu Rektor (PR) III, “masih seperti tahun lalu, tahun ini mahasiswa bimbingan, latihan penulisan di bidang kreativitas dan penalaran masih akan tetap diadakan, tapi diseusaikan dengan kebutuhan fakultas masing-masing.” Meski begitu ia juga meragukan pelatihan-pelatihan tersebut apakah dapat berjalan kondusif atau malah tidak efektif. “Kami telah merencanakan hal-hal tersebut namun, belum tahu acara tersebut berjalan kondusif atau tidak,” tambahnya.

Karakter dan prestasi mahasiswa UNJ saat ini dirasa belum terbangun. Kornel mencontohkan, fenomena maba Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) yang dikenal dengan kekuatan mental dan fisiknya, sekarang justru banyak yang ditunggui orang tua ketika briefing. Hal itu membuatnya berkesimpulan bahwa maba saat ini mempunyai karakter yang manja, dan bisa menjadi gambaran lemahnya mental mereka. Hal ini senada dengan yang dikatakan Syamsi, yang juga menjadi dosen di jurusan Bahasa dan Sastra Arab, “mental mahasiswa saat ini belum mendukung untuk berprestasi, dan hal itulah yang harus sama-sama dibangun saat ini.”

Yel-yel mahasiswa baru sebagai tugas MPA

Belum lagi melihat kondisi mahasiswa yang lebih senang besenda gurau daripada membentuk etika akademik yang baik seperti kegiatan baca, tulis, dan diskusi. Menurutnya hal itu juga disebabkan oleh fasilitas kampus yang tidak menunjang. “Kurangnya sarana pra sarana seperti tenaga pendidik dan kependidikan, ruang terbuka hijau masih  menghalangi mahasiswa untuk menjalankan budaya akademik seperti berdiskusi,” ujarnya.

Jika dilihat tujuan tema yang mengaharapkan maba berpikir kritis, hal ini belum tercapai dengan ulasan Desi Larasati maba Akutansi Fakultas Ekonomi (FE). Ia yang menjadikan UNJ sebagai pilihan ketiga ini mengatakan belum mengetahui tentang tema MPA kali ini. “Kalau tema sih belum dikasih tahu, tadi briefing cuma membahas perlengkapan, penugasan MPA dan yel-yel.” Padahal pembukaan MPA Universtas telah di depan mata.

Ditinjau dari singkatannya “MPA” jelas bertujuan untuk memperkenalkan maba terhadap aktivitas akademik kampus. “Maba sedang mengalami masa transisi dari Sekolah Menengah Atas ke dunia perkuliahan, maka dari itu MPA diperlukan untuk mengenalkan budaya-budaya akademik kepada para maba,” jelas Gantina, Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).

Sayangnya tujuan-tujuan tersebut hanya angan-angan belaka ketika melihat acara MPA yang begitu singkat. Hanya empat hari yang dimulai dengan pembukaan MPA Universitas, MPA Fakultas, Jurusan, dan diakhiri dengan penutupan MPA Universitas  maba harus mengenali segala aktivitas akademik kampus mulai dari lingkungan, mekanisme siakad, sumber-sumber belajar, hingga bagaimana mengakses sumber-sumber tersebut. “MPA salah satu akses maba untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus. Namun kalau untuk beradaptasi terhadap seluruh kegiatan akademik, kegiatan MPA yang hanya empat hari itu belum memadai,” tambah Gantina, dosen Jurusan Bimbingan Konseling.

Secara keseluruhan MPA kali ini berlangsung selama enam hari. Pembukaan MPA dimulai pada 19 Agustus 2013. MPA kali ini juga dibagi menjadi dua geombang. Pada 20-21 Agustus untuk gelombang pertama yaitu, FE, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta FIK Sedangkan gelombang kedua diikuti oleh Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ilmu Sosial (FIS), dan FIP pada 22-23 Agustus.

Untuk mengantisipasi perebutan tempat antar fakultas, seperti tahun lalu, pembagian lokasi penyelenggaraan MPA Fakultas sepenuhnya diatur oleh kampus. Begitupun dengan MPA Universitas, karena keterbatasan tempat pembukaan MPA yang biasanya dilakukan di velodrome, kini pindah ke Gedung Serba Guna (GSG) Kampus B UNJ. “Velodrome sedang direnovasi, jadi terpaksa kita pembukaan MPA di GSG,” imbuh Kornel. Ia menambahkan, 5700 maba yang ditampung dalam GSG yang tidak terlalu besar harus diberikan pelayanan terbaik. Seperti memasang tenda di luar GSG dan kipas-kipas penyegar udara.

Jika direfleksikan kembali rangkaian MPA seharusnya menjadi ajang pengenalan akademik. Seperti yang dikatakan oleh Gantina seharusnya strategi belajar, dan penanaman etika akademiklah yang diberikan saat MPA serta hal-hal lain yang dapat membangun karakter akademis maba. “Pembangunan karakter akademis sebenarnya tidak bisa diterapkan di MPA, untuk membangun karakter akademis dibutuhkan pembiasaan berpikir ilmiah, seperti kegiatan diskusi, dan bedah buku, jelasnya.”

Tsalis Sakinah

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *