Pengadaan Jas Almamater Kurang Optimal

3 Comments

Pengadaan jas almamater seakan di acuhkan oleh pihak BAAK sebagi penyelenggara

Dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Akademik (MPA) 2013, 5700 mahasiswa dari tujuh fakultas hingga saat ini tak kunjung mendapatkan jas almamater. Hal ini disebabkan oleh BAAK (Biro Administrasi Akademik dan Keuangan) sebagai pemegang ketentuan dalam pengajuan dana proyek pembuatan jas almamater kurang merencanakan persiapannya. Padahal, jas almamater semestinya diberikan bersamaan dengan waktu mahasiswa baru melakukan daftar ulang.

Meski begitu, Kepala Bagian Kemahasiswaan Uded Darusalam mengatakan bahwa proses tidak adak keterlambatan dalaml pengadaan jas almamater. Hanya saja koordinasi dengan pihak pemenang tender mengenai batas waktu penyelesaian pekerjaan yang harus disesuaikan. “Pemilihan tender serta pengelolaan keuangan diserahkan sepenuhnya kepada pihak BPK(Badan Pengawasan Keuangan-red),” katanya.

Penyenggelaraan lelang tender dilakukan oleh BPK sebagai panitia pelelangan melaui PLC Media. Setelah dipertimbangkan terpilihlah 3 CV, yaitu CV Mentari Bunga Laisa, CV Mulya Maya Mandiri, CV Indah Bersinar. Dengan akusisi biaya masing-masing Rp 453.750.000, Rp 511.940.000, Rp 540.540 secara berurut. Kemudian, tender proyek pengadaan jas almamater dimenangi oleh CV Mentari Bunga. Sedang dalam proses pemilahan bahan diserahkan kepada BAAK, dengan rincian seperti bahan Clarina T235, Logo Kancing UNJ, serta kantong yang berada di kanan dan kiri pakaian.

Selain itu, sumber dana untuk pengerjaan proyek ini juga disahkan oleh BPK. Dikeluarkan Rp 527 juta untuk menyelesaikan 5200 jas almamater, seperti dikemukakan oleh Panitia Pengadaan jas almamater Nandar. Ia mengatakan bahwa dana yang diajukan BAAK semestinya diserahkan BPK awal Januari 2013, agar mekanisme pengadaan jas almamater dapat berjalan secepatnya. “Penerimaan anggaran yang diterima oleh BPK tanggal 17 mei, lalu diserahkan kepada pemenang tender tanggal 24 mei, artinya keterlambatan ini berdampak pada belum terselesaikanya proyek jas almamater. Karena idealnya, penggelontoran dana ada di bulan Januari dan produksi membutuhkan waktu selama 6 bulan,” kata Nandar. Tak hanya itu, keterlambatan diperparah oleh kesalahan perusahaan dalam menempatkan warna jas almamater serta adanya penundaan pekerjaan karena libur lebaran selama dua minggu.

Masalah ketidaktersediaan jas almamater ini memberikan contoh jelas bahwa salah satu lembaga administrasi kampus tidak sigap melaksanakan tugas menyiapkan perangkat mahasiswa baru. Padahal, jas almamater merupakan hak mahasiswa, sebab mereka sudah membayarnya. Mengenai tenggat waktu pembagian jas almamater juga tidak ada kejelasan.

Chairul Anwar

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *