Fenomena Keberadaan TIPE

321 Comments

Keberadaan TIPE dirasa kurang berpengaruh dalam MPA.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, MPA 2013 tidak ada bedanya dengan tahun lalu. Keberadaan TIPE (Tim Pengawas dan Evaluasi) dalam MPA menjadi bukti tak terbantahkan lagi. Tim khusus ini dibentuk dari sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam organisasi legislatif mahasiswa di lingkungan UNJ (Universitas Negeri Jakarta).

Pada dasarnya TIPE dibentuk dengan tugas kerja berbeda dangan panitia MPA, mereka diberikan kewenangan untuk mengawasi, kontrol, dan evaluasi baik panitia maupun peserta MPA. Menurut kiki, salah satu anggota TIPE FBS (Fakultas Bahasa dan Seni), TIPE juga disebut panitia yang independentdalam MPA. Sebab, tugasnya tidak tergantung dengan pihak manapun.

Posisinya yang independen, nyatanya kurang bisa dimaksimalkan. Posisi TIPE masih dibawah bayang-bayang panitia MPA. Hal ini bisa tercermin dalam kasus dibeberapa pegelaran fakultas MPA. Sebagai contoh, kasus di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) yang melanggar aturan.Maulida, panitia MPA FBS mengatakan, “mungkin kerjanya TIPE mengawasi saja tapi kurang tau juga ngapain.”

Setelah acara pembukaan pada hari Senin (20/08/2013), FIP masih melakukan kegiatan. Padahal pihak panitia penyelenggara MPA tingkat Universitas, telah membatasi kegiatan hingga pukul 12.00 WIB. Tentu saja, ini sudah melanggar peraturan.

Disinilah kinerja TIPE diberlakukan dengan sebenarnya: menindak panitia yang melanggar HAM dan pembelaan mahasiswa baru (buku pedoman TIPE MPA UNJ 2013, hal 17). Namun, kenyataannya TIPE tidak bisa berbuat banyak. FIP masih saja melaksanakan kegiatan MPA-nya. TIPE terlihat kurang tegas dalam memberikan sanksi kepada panitai yang melanggar.

Inilah letak permasalahannya, dengan kinerja yang kurang bisa membela mahasiswa baru, anggaran dan untuk TIPE justru banyak. Kebutuhan dana TIPE digunakan untuk beberapa keperluan, diantaranya, pencetakan buku pedoman TIPE MPA 2013, konsumsi anggota, perlengkapan salah satunya map, buku dan pulpen, serta keperluan administrasi lainya. “Tiap tahunnya anggaran dana untuk TIPE banyak, tapi kerjanya?,” ujar Pembantu Rektor III Fakhrudin Arbah.

Namun, ketika diwawancarai tim Didaktika mengenai jumlah anggaran yang diberikan oleh PR III, bendahara TIPE Septi, merahasiakanya. “Mau tau banget apa?” itulah kata yang terlontar dari wanita yang juga berkuliah di FIP. Hal ini menunjukan bahwa TIPE UNJ tahun ini tidak transparansi terhadap penggunaan dana yang telah diberikan dan perlu dicurigai, sebab dana yang digunakan berasal dari orang tua mahasiswa.

Aan Yusufianto

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *