Bakti Flamboyan untuk Masyarakat

301 Comments

Kegiatan rutin yang dilakukan Flamboyan merupakan bentuk solidaritas dan pengabdian kepada masyarakat.

Sabtu (28/9) sekelompok mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang tergabung dalam Komunitas Flamboyan melakukan kegiatan rutin tahunanya, Bakti Sosial (Baksos). Kali ini, mereka melaksanakan baksos di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi. Dengan agenda pendirian dua bangunan untuk melengkapi kebutuhan di “Sekolah Dhuafa untuk Anak Sholeh”. Yakni satu ruang kelas dan sebuah galeri.

Sekolah yang diperuntukkan khusus anak-anak dhuafa ini memiliki kurikulum yang agak berbeda dari sekolah kebanyakan. Disini, para siswa diajari keterampilan fotografi menggunakan kamera lubang jarum. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah galeri yang dapat digunakan sebagai tempat pameran hasil foto mereka.

Pendirian dua bangunan tersebut membutuhkan persiapan yang cukup matang. Oleh karena itu, Komunitas Flamboyan pun merencanakannya sejak jauh-jauh hari. “Persiapan sudah berjalan dari tiga minggu yang lalu dan dimulai sekarang (28/9),” ujar Sugian Bangun, Ketua Komunitas Flamboyan.

Kegiatan ini dimulai dengan pembersihan lahan dan pemasangan patok-patok untuk membangun pondasi. Ferdian, Mahasiswa Teknik Sipil 2012 yang didaulat sebagai pembuat rancangan gambar mengatakan bahwa proyek ini akan dibuat menggunakan konsep alam. “Konsep bangunannya rumah panggung semi permanen dengan bawah beton dan atas bambu,” ungkapnya.

Untuk jangka waktu pengerjaan mereka tidak bisa memastikan perihal penyelesaian proyek. Sebab, mereka tersandung masalah finansial. Sugian Bangun mengatakan bahwa proyek ini akan cepat selesai jika dananya tersedia. “Jika dana untuk proyek ini lancar, enam bulan akan selesai,” paparnya.

Kegiatan ini merupakan kerja sama dengan Drupadi Foundation. Organisasi yang bergerak di bidang sosial ini merupakan pengelola dari Sekolah dhuafa untuk Anak Sholeh. “Dari pihak pengelola menunjuk langsung Flamboyan sebagai kontraktornya,” ujar Sugian. Namun, ia tak menutup kemungkinan bagi siapapun yang ingin bergabung membantu pendirian bangunan, kecuali partai politik.

Soal pendanaan pihak Drupadi Foundation hanya menyokong setengah dari total biaya yang dibutuhkan. Sedang sisanya, mesti ditanggung oleh Flamboyan. “Pendanaan proyek ini 50:50, jadi Drupadi Foundation 50 dan Flamboyan 50,” papar Gogon, sugian biasa disapa. Namun hingga hari pertama proyek berjalan, biaya masih ditanggung Flamboyan. Belum ada kucuran dana dari Drupadi Foundation.

“Untuk pendanaan saat ini kita ngamen dan patungan dari anak Flamboyan, selanjutnya kita akan membuat proposal, jualan kaos, dan stiker,” tambah Ferdian. Ia mengaku bahwa tidak ada dana dari pihak kampus untuk kegiatan ini. Meski begitu, mereka mengharapkan bantuan dari segenap mahasiswa UNJ untuk memperlancar kegiatan baksos ini.

Baksos yang dilakukan oleh Flamboyan mendapatkan tanggapan baik dari warga sekitar. Salah satunya Sri Sudaryani, warga yang bertempat tinggal tidak jauh dari sekolah tersebut mengatakan bahwa kegiatan seperti ini bisa membantu masyarakat yang kurang mampu untuk bersekolah. “Kegaiatan ini sangat bagus, apa lagi membangun sekolah untuk membantu masyarakat yang tidak mampu,” ujar wanita 57 tahun tersebut.

Maryadi, penjaga Sekolah Dhuafa untuk Anak Sholeh juga menyambut baik kegiatan tersebut. “Kegiatan amal ini memang sepantasnya dilakukan oleh mahasiswa apa lagi membangun sekolah kaya gini,” tutur pria 67 tahun itu.

Aditya Chandra

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *