Pengelolaan Parkir UNJ di Tangan Baru

5 Comments

Kini, urusan perparkiran UNJ dikelola UPT K3P. Ihwal keuangan, beberapa pihak merasakan kekurangan, cenderung mengganggu kegiatan.

Area Parkir  Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dahulu dikelola oleh Koperasi Pegawai, sejak 11 Maret 2013 resmi dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Keamanan, Ketertiban, Keindahan Kampus dan Parkir (UPT K3P).  Perpindahan terjadi karena ada keputusan baru dari rektor. “Hal ini semata karena ada perintah dari rektor,” ujar Taryono, kepala K3P.

Sejak perpindahan tersebut, K3Plah yang mengelola segala operasional perparkiran.  Mulai dari pengajuan proposal, mengurus pegawai ,sampai hal teknis seperti mencetak karcis parkir.”K3P hanya mengajukan anggaran dan mengurusi hal-hal teknis di lapangan,” ujar Budiman, Kepala Pengelola Parkir.

Tak hanya pengelolaan operasionalnya saja yang berubah, pengelolaan keuangan pun ikut berubah. Semua uang yang masuk dari hasil parkir tidak mengalir mengisi uang kas K3P, melainkan masuk dan dikelola oleh bendahara pemasukan  Badan Layanan Umum (BLU). “Kami ada laporan untuk diberikan kepada Bendahara BLU setiap harinya,” jelas Mas Bud sapaan akrab Budiman.

Begitu pun dengan anggaran pengeluaran, setiap awal tahun K3P diharuskan membuat proposal anggaran untuk segala keperluannya. Kemudian menanti berapa anggaran yang akan disetujui oleh Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPSI). Setelah itu baru mengambil uang tersebut dari Bendahara pengeluaran. “Kita hanya buat proposal anggaran. Yang memutuskan berapa dianggarkannya tetap pihak kampus,” tambahnya.

Seperti anggaran tahun ini. Menurut pengakuan Budiman, untuk upah para juru parkir yang berjumlah 53 petugas, kampus memberikan anggaran  sekitar RP 900 juta per tahun. “Upah pokoknya satu juta. Tapi, kalau absennya full, upah meraka kita berikan seorang 1,3 juta perbulan,” jelasnya.

Namun, gaji tersebut dipandang masih rendah. “Yah, itu mah (upah-Red) di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Jakarta,” tutur Hasan Basri, salah satu petugas parkir. Terlebih durasi jam kerjanya sesuai dengan standar jam kerja UMR, yakni 8 jam. Jam kerja tersebut dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama mulai dari pukul 06.00 – 14.00. Dan sesi kedua mulai dari pukul 14.00 – 22.00.

Selain itu, anggaran yang diberikan kampus kepada K3P bukan hanya untuk membayar upah petugas. Tapi, juga untuk keperluan lain seperti kebutuhan logistik, hal teknis, dan pelatihan-pelatihan. “Uangnya juga untuk bikin karcis, konsumsi sehari-hari seperti air galon, dan untuk pelatihan  yang suka kita adakan beberapa minggu atau bulan sekali.”

Namun, sayangnya fasilitas anggaran yang diberikan untuk pelatihan-pelatihan tak pernah dirasakan oleh Hasan Basri. “Selama saya di sini belum pernah ikut-ikut pelatihan gitu deh,” aku Hasan, yang sudah tujuh tahun bekerja menjadi petugas parkir UNJ.

Selain itu perpindahan pengelolaan parkir dari Koperasi Pegawai ke K3P, dianggap menggangu oleh sebagian pihak.  Sebagaimana dirasakan oleh Hasan. “Sekarang kalau kasbon, digantinya harus langsung lunas saat gajian. Kalau dulu kan bisa diangsur per bulan.”

Tak hanya Hasan, pihak pengelola parkiran saat ini pun merasakan perbedan itu. Seperti yang diungkapkan Budiman. “Enaknya waktu dikelola oleh Koperasi Pegawai, kita bisa memakai uang pemasukan secara langsung, jika ada agenda dadakan,” ujarnya.
Tsalis Sakinah

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *