Bersatu dalam Omnibus

No Comment Yet

Jakarta, Didaktika – Bertempat di Aula Daksinapati Universitas Negeri Jakarta, Sinematografi dan TV (Sigma TV) merayakan hari jadinya yang ke-15 pada Kamis (30/1) dengan menyelenggarakan acara nonton film bareng. Film yang disajikan pun dikemas secara khusus dan berbeda. Jika berbagai  televisi dan layar lebar secara konsisten menayangkan satu genre film dengan satu cerita. UKM TV ini mencoba genre film baru, yaitu omnibus. Jenis film pendek yang tergabung dalam beragam jenis film dan beraneka cerita namun masih dalam satu benang merah.

 “Dare to Make Omnibus Movie” yang berarti berani untuk membuat film omnibus, dipilih menjadi tema besarnya. Keberanian membuat jenis film ini dijadikan sebentuk apresiasi dan persembahan kepada Sigma TV yang memasuki usialima belas. “Ini seperti tantangan bagi kita untuk tetap berkeinginan  belajar, apalagi jenis film ini masih jarang dibuat untuk tingkatan UKM,” kata Neva Ketua Acara HUT Ke-15 Sigma TV.

Mahasiswa Seni Tari 2012 ini menerangkan bahwa, benang merah cerita ini tergambar dalam konsep “golongan darah”. Penggolongan sel-sel darah merah manusia ini secara luas berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Seperti untuk mengetahui kesehatan, kehidupan, status sosial, keturunan, cinta dan bakat.

Film yang diproduksi anggota-anggota Sigma TV, telah dipersiapkan sejak Desember 2013. Berdurasi 57 menit 10 detik, film ini dikemas menjadi satu dalam lima judul film dengan cerita yang berbeda. Lima judul film itu diantaranya, (AB)LOOD, Darah Terlarang, Bedebah, @go_longandarah dan The Ring.

Film berjudul (AB)LOOD mengisahkan Stella, mahasiswa yang mengalami gangguan jiwa karena kekasihnya telah meninggal. Ia melakukan tindakan di atas normal dengan menyimpan mayat kekasihnya di kamarnya dan menyekap ketiga temannya untuk diambil darahnya dan didonorkan ke tubuh kekasihnya yang telah mati. Baginya ini wujud pemaknaan cinta yang abadi.

Jika Stella mempercayai adanya keabadian cinta, Ameera justru sangat meyakini kebenaran quote cinta di jejaring sosial twitter. Semakain luas dan mudah mengakses berbagai informasi, juga mempermudah Ameera untuk aktif di kehidupan media sosial. Apapun hal yang ditulis Akun @golongandarahID dijadikan landasan kebenaran bagi Ameera. Lewat akun ini ia dipertemukan dengan siswa bernama Biru Pradita. Lewat akun ini pula, hubungan diantara mereka harus kandas, karena perbedaan golongan darah. Ameera pun mendapatkan pencerahan dari sahabatnya bahwa yang menentukan kelanggengan suatu hubungan bukan kesamaan jenis golongan darah, melain diri sendiri dan komitmen.

Dua film bergenre thriller (pembunuhan) dan drama ini  secara utuh memvisualisasikan kehidupan masyarakat modern yang terasing dan tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Maka film masih menjadi media ampuh menerangkan berbagai aspek sosial dan kebudayaan di masyarakat yang sarat akan nilai dan makna.

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *