Lagi, Kasus Pencurian Di Kampus

3 Comments

Parkir UNJ sudah dikelola pihak swasta dengan harapan meningkatkan keamanan. Namun baru seumur jagung dijalankan, kasus pencurian kembali terjadi.

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kembali digegerkan dengan kasus kriminal. Selasa sore  (11/2) terjadi pencurian helm di parkir belakang kampus A UNJ. Irvan Badadi, pelaku pencurian mengalami luka berat akibat dikeroyok massa yang mayoritas mahasiswa Kampus Hijau ini.

Kejadian bermula ketika ada seorang ibu yang memberitahu mahasiswa bahwa ada gelagat mencurigakan dari seseorang di parkiran. Karena lokasi parkir yang dekat dengan gedung keorganisasian UNJ (Gedung G), sontak mahasiswa yang sedang nongkrong di sekitar Gedung G berlarian ke tempat yang ditujukan ibu tersebut.

“Tadi ibu-ibu bilang ada maling, terus saya sama temen saya langsung menuju ke parkiran,” terang Pandu, mahasiswa jurusan Pendidikan Teknik Elektronika 2012.

Ketika ditanya oleh mahasiswa, Irvan Badadi tak mengakui perbuatannya. Mendengar hal tersebut, beberapa mahasiswa langsung mengeroyok Irvan sampai babak belur. Bahkan ada yang memukul muka Irvan dengan botol sampai berdarah.

“Dia sudah ditanya tapi tidak mengakui, padahal dia lagi masukin helm ke tas,” ungkap Pandu yang pada saat kejadian berada disana bersama teman-temannya.

Setelah itu mahasiswa bersama beberapa petugas keamanan kampus langsung menyeret pemuda asal Pulogadung itu ke kantor petugas keamanan. Meski sudah dihalangi oleh beberapa satpam, namun aksi mahasiswa masih berlanjut sampai Irvan tak berdaya.

“Kita sudah mencegah (untuk berhenti mengeroyok-red). Kita nggak boleh kan ngebiarin dia mati disini. Tapi mahasiswa kan terlanjur emosi,” ujar Jayadi, salah satu petugas keamanan UNJ.

Emosi mahasiswa UNJ terbilang wajar. Pasalnya selama ini Kampus UNJ memang sering terjadi tindak pencurian. November 2013 lalu juga terdapat tindak pencurian motor di kampus A UNJ yang menimpa aktivis organisasi.

Di kantor petugas keamanan, tas Irvan digeledah. Ditemukan 12 buah kondom, 5 alkohol Swabs, topi, dan beberapa sachet minuman instan.

“(Helm-red) nggak seberapa. Mungkin buat beli miras,” terka Jayadi.

Mohammad Syarif, korban pencurian mengaku tak tahu jika helmnya yang dicuri. “Saya kaget ada rame-rame. Pas dilihat ternyata helm saya,” ungkapnya.

Mahasiswa tingkat awal Fakultas Teknik itu mengatakan ini pertama kalinya ia mengalami tindak pencurian selama menjadi mahasiswa UNJ. Namun bukan tak mungkin akan ada korban baru jika keamanan kampus tak ditingkatkan.

Ihwal kasus pencurian yang marak di UNJ, menurut Jayadi, sejak perparkiran diserahkan ke pihak swasta, baru kali ini terjadi pencurian. “Ini pertama sejak dipegang pengelola parkir baru.”

Satgas keamanan UNJ, Basuki Rahmat, berpandangan lain. Menurutnya, Arif Setiawan selaku supervisor PT. Niaga Parking, pengelola perparkiran baru UNJ, mengaku masih banyak kekurangan. Ia juga menuturkan bahwa area parkir belakang memang sulit untuk diamankan. Makanya, pihaknya masih meminta bantuan pihak petugas keamanan UNJ yang jumlahnya juga terbatas. Basuki melanjutkan, ihwal kehilangan helm, PT. Niaga Parking enggan memberi ganti rugi.

Pengelola parkir baru UNJ masih berumur jagung. Baru dioperasikan awal Februari, pencurian sudah terjadi beberapa kali. Sebelum kasus pencurian helm ini, Kamis (6/2) lalu juga terjadi pencurian kamera SLR di depan Gedung R dengan modus memecahkan kaca mobil.

Padahal, alih tangan pengelola perparkiran kampus UNJ kepada pihak swasta dimaksudkan untuk meningkatkan keamanan kampus yang berada di Jakarta Timur ini. Karena sistem perparkiran yang menggunakan sistem keluar-masuk manual dinilai kurang aman. Akan tetapi, parkir yang dikelola oleh pihak swasta ternyata tak menjamin keamanan dan kenyamanan parkiran.

Ahmad Zulfiyan

guest83

Author

guest83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *