UNJ Resmikan Dua Gedung IDB

4 Comments

Dua nama tokoh pahlawan perempuan Indonesia R.A. Kartini dan Rd. Dewi Sartika disematkan sebagai nama baru pada gedung IDB I dan II UNJ.

Menteri Pendidikan Dan kebudayaan, Muhamad Nuh datang mengunjungi Universitas Negeri Jakarta. Bukan sekedar bertamu, hari itu ia sengaja diundang untuk menghadiri dan meresmikan gedung R.A. Kartini dan Rd. Dewi Sartika. Gedung yang diresmikan dengan mengambil nama pahlawan perempuan Indonesia itu memang telah dipergunakan semenjak Januari 2014, namun peresmiannya baru diselenggarakan pada Rabu, 16 April 2014 lalu.

Kedua gedung yang saling berhadapan ini mulai dibangun pada pertengahan 2012 hingga rampung pada Agustus 2013 lalu. Pembangunannya berasal dari dana hasil hibah Islamic Development Bank (IDB) sebesar US$ 25 juta dengan masa pembangunan kurang lebih satu tahun lamanya.

Acara peresmian sendiri di awali dengan kedatangan M. Nuh yang disambut dengan tari- tarian tradisional dengan iringan gamelan yang dipentaskan oleh Mahasiwa Pendidikan Seni Tari UNJ.  Kemudian ia diarahkan menuju auditorium gedung IDB II yang kini diberi nama Gedung Rd. Dewi Sartika. Didalam ruangan auditorium bersama jajaran rekotorat dan tamu undangan, Sang menteri Pendidikan disuguhi tayangan mengenai profil UNJ serta keterangan mengenai gedung yang akan diresmikan itu.

Setelahnya, Suryadi selaku Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum (PRII) memberikan laporannya tentang alokasi dana hibah IDB. Menurutnya pembanguan gedung tak hanya dilakukan demi menambah kenyamanan kampus, tapi juga sebagai usaha menciptakan citra positif UNJ sebagai satu- satunya PTN di tengah Ibu Kota yaitu yang tentunya menjadi etalase dunia.

Dalam laporanya tersebut, Suryadi turut menjelaskan tentang alokasi dana hibah IDB. Secara garis besar, pembangunan ini dibagi menjadi dua yaitu pembangunan fisik dan nonfisik. Jelasnya, pembangunan fisik mencangkup,  revitilsai infrastrukur, Beautifikasi gedung lama dan pembangunan gedung baru. Sementara Pembangunan non fisik melingkupi pemeberian beasiswa kepada 19 dosen untuk menyelesaikan studi doktoral di luar negeri dan 15 dosen di dalam negeri, juga pelatihan karyawan UNJ.

Tak ketinggalan rektor Bedjo Sudjanto turut memeberikan sambutannya. Dalam sambutanya itu, ia menceritakan bagaimana proses pembangunan ini menuai banyak pro kontra dari civitas akademika UNJ. “Dulu banyak yang protes dan mendemo tentang pembangungan ini, tapi sekarang yang mendemo pun mungkin ada dan ikut dalam ruangan ini.” Selorohnya.

Selain itu Rektor juga turut menjelaskan arti dibalik penamaan yang disematkan pada dua buah gedung tersebut dengan nama tokoh pahlawan perempuan Indonesia itu. Menurutnya selain momen yang tepat nama tersebut dianggap cocok dengan kepribadian UNJ sebagai Universitas pencetak pendidik yang juga seperti dilakukan oleh Dewi Sartika dan R.A. Kartini. “Pahlawan perempuan rasanya pas karena mempunyai sifat ngemong dalam mendidik. Apalagi di gedung R.A. Kartini dijadikan sebagai jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)” paparnya.

Pun M. Nuh turut memberikan pidatonya didalam auditoriom.  Dalam pidatonya, aki- laki yang mengenakan kemeja bermotif batik dengan warna coklat itu turut mengomentari tentang produktifitas UNJ yang harus membantu peningkatan kualitas pendidikan UNJ. Menurutnya keberadaan dua buah gedung yang dibiayai dari hasil hutang negara itu harus semakin menambah kualitas atmosfer akademik yang berjalan di kampus ini, sebagai korelasi positif antara pembanguan infrastruktur dengan peningkatan kualitas akademik. “Peningkatan produktifias harus terus dilakukan dan ditingkatkan bukan sekedar kuantitas tapi juga kualitas yang dihasilkan dari institusi ini,” terang M.Nuh.

Sebagai puncak acara, M. Nuh dipersilahkan untuk meresmikan Gedung Rd. Dewi Sartika dan Gedung R.A. Kartini secara simbolis. Peresmian dilakukan sang Menteri dengan memebubuhkan tanda tangannya diatas sebuah marmer hitam.

Setelah itu rombongan diarahkan untuk mengunjungi gedung, yang telah dipergunakan. Pada kesempatan ini M. Nuh pun sempat meninjau kegiatan para panitia Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas yang ada menajadikan ruangan lantai satu Gedung Rd. Dewi Sartika sebagi pos panitia Penyelenggara, dan kegiatan itu pula yang kemudian mengakhiri gelaran tersebut.

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *