Alumni UNJ Sahat Farida Gagas Petisi Lawan Kekerasan Seksual

4 Comments

Rabu (03/07), tindak pemerkosaan yang dilakukan oleh dosen kepada mahasiswa di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Sahat Farida. Menurutnya, baik apa pun profesi seseorang sangat tidak pantas melakukan tindak pemerkosaan perempuan. “Saya marah, sebagai perempuan, terlebih sebagai alumni UNJ. Siapa pun Tidak ada kepatutan untuk melakukan perkosaan,” seru mantan Mahasiswi Jurusan Pendidikan Luar Biasa ini.

Kegeraman yang dirasakan oleh Sahat ini, kemudian dituangkan melalui pembuatan petisi online  di laman change.org pada 1 Juli 2015, akibat tidak adanya ketegasan pihak rekorat dan stagnansi di ranah hukum. “Pihak rektorat yang sedianya menyatakan akan memberikan bantuan pengacara, ternyata belum jadi. Pihak kampus yang selayaknya memberikan dukungan dan perlindungan penuh terhadap korban, belum nampak perwujudannya,” tegasnya.

Sebelumnya, pelaku yang berinisial AR yang mengampu mata kuliah kewirausahaan ini sudah diberikan sanksi oleh dekanat Fakultas Ilmu Sosial dengan pembebasan tugas untuk mengajar di seluruh mata kuliah. Namun, menurut Sahat, ini masih belum cukup sebab pihak rektorat belum mengeluarkan sanksi apa pun terhadap AR.

Mantan pemimpin redaksi LPM Didaktika ini berharap melalui pembuatan petisi di change.org dapat memudahkan kerja-kerja kampanye, memudahkan orang-orang untuk terhubung dan memberikan dukungan, meski pun sifatnya sebatas petisi tanda tangan. “Melalui petisi ini, tentunya harapan untuk penyelesaian persoalan. Pelaku ditindak tegas meski UU kita belum tegas menyatakan hal ini dalam KUHP 285. Kemudian dukungan penuh kepada korban, dukungan secara hukum dan untuk pemulihan dirinya,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia berharap UNJ dapat mempelopori perlawanan terhadap kekerasan seksual kekerasan terhadap perempuan dan menjadi pelopor dalam gerakan melawan perkosaan. “Hal ini merupakan salah satu kontribusi langsung UNJ dalam baktinya kepada masyarakat. Jangan ada lagi pemerkosaan, tidak ada kekerasan seksual, tidak ada kekerasan, penindasan manusia atas manusia,” ucapnya. Hingga berita ini ditulis, sudah 1500 orang menandatangani petisi yang dibuat oleh Sahat di change.org

 

Virdika Rizky Utama

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *