Ambivalensi Akreditasi

1 Comment

 

Dari akreditasi dan pengaruhnya ke berbagai aspek.

 

Akreditasi dianggap sebagai faktor utama bagi calon mahasiswa dalam memilih perguruan tinggi. Mahasiswa cenderung memilih perguruan tinggi yang berakreditasi A. Hal ini pun terjadi pada UNJ (Universitas Negeri Jakarta). UNJ menyandang akreditasi A sejak 10 Juli 2015. Akreditasi tersebut diberikan berdasarkan akreditasi mayoritas prodinya. “Kini UNJ berakreditasi A, secara keseluruhan mayoritas prodi di sini berakreditasi A,” ujar Muklis R. Luddin selaku PR (Pembantu Rektor) I.

Menurut Dien Amalina, mahasiswi Fakultas Ekonomi, menyatakan bahwa akreditasi penting. Terlebih lagi ketika sudah lulus dan melamar kerja. Menurutnya, hal yang pertama dilihat ialah akreditasi perguruan tinggi.

Akreditasi memiliki relasi dengan ISO (International Organization of Standarization). ISO berguna sebagai penjamin mutu. Mutu yang dimaksud berpengaruh pada akreditasi. Di perguruan tinggi, jurusan atau UPT (Unit Pelayanan Teknis) yang memiliki sertifikat ISO dianggap mampu bersaing secara internasional.  Pada 2009, ada tiga unit yang dibiayai UNJ untuk membeli sertifikat ISO: Jurusan Bahasa dan Sastra Perancis, Jurusan Bimbingan Konseling, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan. Pada 2011, giliran LPjM (Lembaga Penjaminan Mutu),  Jurusan Sejarah, dan  Jurusan Seni Tari (Didaktika, edisi 42, Pemberi Mutu dari Genewa).

Ketua Jurusan Bahasa Perancis, Dian Savitri menyatakan bahwa tahun ini jurusannya sudah tidak dapat mendapatkan sertifikat ISO. Hal tersebut dikarenakan biaya untuk ISO itu sendiri tidak ada. Begitu pula prodi Pendidikan Sejarah. “Prodi tidak mempunyai  uang sehingga ISO tidak diperpanjang,” tutur Umasih, mantan Kaprodi Sejarah yang kini menjabat sebagai Dekan II FIS (Fakultas Ilmu Sosial). Uang pangkal dan audit untuk ISO dibiayai oleh LPjM. Sertifikat ISO berlaku tiga tahun, sekarang masa berlakunya sudah habis. Berdasarkan kebijakan LPjM, jika ISO ingin dilanjutkan, maka harus dibiayai sendiri. Komarudin, selaku PR II, mengonfirmasikan bahwa biaya untuk ISO ditanggung semua oleh UNJ melalui LPjM UNJ.

Di 2015, akreditasi Pendidikan Bahasa Perancis mengalami penurunan, yaitu dari A menjadi B.  Menurut Dian, banyak  faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Ada pun di antaranya, yakni hasil penelitian,  profesor,  dan  penulisan jurnal ilmiah kurang.  Selain itu, jumlah mahasiswa  yang lulus pun berpengaruh terhadap penilaian akreditasi.  Jurusannya memiliki banyak mahasiswa  yang tidak lulus tepat waktu. Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut karena mahasiswanya sudah mempunyai pekerjaan dan lebih enjoy bekerja daripada berkuliah.

Akibat dari hal itu, terjadi penurunan daya tampung. Di 2015, daya tampungnya yakni ada 26 mahasiswa. Sedangkan di 2013 dan 2014 berturut-turut ada 54 dan 47 mahasiswa. Namun penurunan ini terjadi karena Bahasa Perancis  lebih mengutamakan keterampilan berbahasa. “Kalau untuk kelas sastra memang idealnya itu satu kelas berisi kurang dari 20 orang, 20 orang itu sudah maksimal,” ungkap Dian.

Yulia Adiningsih, Lutfia Harizuandini, dan Qurrota Aini

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *