Sulitnya Menurunkan UKT

No Comment Yet

 

Uang Kuliah Tunggal (UKT ) 

Besaran UKT UNJ TA 2015-2016

Besaran UKT UNJ TA 2015-2016

UKT-UNJ-Jakartabisa diturunkan jika mahasiswa dalam kondisi ekonomi terpuruk dan memenuhi persyaratan.

 

Pada tanggal 21 April 2016, Pasbir FT UNJ (Pasukan Biru Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta) mengadakan seminar yang bertajuk “Ada Apa dengan UKT?”. Seminar tersebut juga membahas mengenai penurunan UKT (Uang Kuliah Tunggal). Mahasiswa yang diperkenankan menurunkan UKT yakni mahasiswa yang mengalami perubahan kondisi ekonomi secara signifikan. Sesuai Permenristekdikti (Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi) Nomor 22 Tahun 2015––mulai berlaku sejak 13 Agustus 2015––mengatur mengenai biaya yang ditanggung oleh mahasiswa harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa, atau pihak lain yang membiayainya.

UKT merupakan suatu sistem pembayaran uang kuliah per semester yang berlaku di seluruh perguruan tinggi negeri (PTN). Sistem pembayaran UKT mulai diberlakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sejak 2012. Pemberlakuan sistem tersebut bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa yang berkuliah. Maka dari itu, pungutan biaya UKT dilakukan setiap semester dengan jumlah uang yang tetap. Namun, mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) masih ada yang kesulitan membayar, meski adanya sistem tersebut. Sehingga ingin UKT-nya diturunkan.

Ma’isyatus, mahasiswi Prodi Tata Busana UNJ angkatan 2015, mengaku merasa keberatan dengan adanya UKT. “Terlebih lagi mahasiswa yang biaya hidupnya masih ditanggung orang tua, mungkin ada perasaan membebani orang tua,” tuturnya. Ia juga menambahkan, tak heran jika banyak mahasiswa lebih memilih bekerja demi mencari bayaran untuk UKT. Sebab terlalu serius cari uang, kuliah jadi terbengkalai bahkan bisa putus kuliah.

Berdasarkan keterangan Deni Yudi Prasetyo––Kepala Departemen Advokasi BEMUN (Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas)––pada tahun 2014, UNJ membuka pengajuan penurunan UKT besar-besaran bagi mahasiswa yang kesulitan ekonomi. Mahasiswa UNJ yang merasa keberatan, dapat mengajukan permohonan penurunan UKT-nya. Tercatat hampir seribu mahasiswa mengajukan permohonan. Sebelum mengajukan permohonan, mahasiswa harus memenuhi persyaratan yang sudah ditentukan universitas.

Di UNJ belum ada prosedur permohonan penurunan UKT yang pasti. Sebab belum ada SK (Surat Keputusan) dari Rektor yang turun mengenai prosedur penurunan UKT. Mahasiswa yang UKT-nya berhasil turun harus dalam keadaan darurat, seperti orang tuanya meninggal sehingga tidak ada yang membiayai kuliah. “Jika dianggap memenuhi persyaratan, UKT bisa turun,” tutur Deni. Ia mengaku tak tahu pasti mengenai jumlah mahasiswa yang UKT-nya berhasil diturunkan. Sebab pihak kampus, staff Wakil Rektor II, menolak memberi data mengenai UKT.

Menurut Deni, tidak ada perubahan yang signifikan dari hasil penurunan UKT, seperti yang dialami Garda Basri––mahasiswa Prodi Pendidikan Teknik Elektronika angkatan 2013. Ia mengaku hanya bisa turun sekitar Rp 50.000,00 dari UKT sebelumnya. “Dari Rp 4.215.000,00 menjadi Rp 4.150.000,00,” akunya. Pemerintah tidak memberikan subsidi bagi mahasiswa yang masuk PTN melalui jalur mandiri. Sebab dianggap mampu membayar meskipun jumlah bayarannya memberatkan beberapa mahasiswa. Garda mau tak mau harus memakluminya, sebab ia diterima di UNJ melalui jalur mandiri.

Berbeda halnya jika yang mengajukan permohonan penurunan UKT dari SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Mereka yang masuk PTN dari kedua jalur tersebut bisa menurunkan UKT secara signifikan. Namun, bisa atau tidaknya UKT diturunkan sangat bergantung pada kebijakan fakultas masing-masing.

Didaktika ingin memastikan kebenaran semua informasi dengan mencoba menghubungi Komarudin, selaku Wakil Rektor II, yang bertanggung jawab di bidang administrasi dan keuangan. Namun, sampai berita ini diterbitkan, ia belum bisa memberikan tanggapan terkait data mahasiswa yang mengajukan penurunan UKT. Lutfia Harizuandini

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *