Satpam Kurang, Keamanan Kampus Terancam

No Comment Yet

Jumlah petugas keamanan berpengaruh terhadap tingkat keamanan kampus 

Keamanan kampus merupakan salah satu hal yang mendukung dalam berjalannya proses perkuliahan yang efektif. Keamanan kampus di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) masih rendah khususnya di Kampus A di Rawamangun. kejahatan kerap terjadi di Kampus A akhir-akhir ini. Terjadi dua kasus lebih kejahatan yang tercatat oleh tim DIDAKTIKA yang terjadi dua bulan terakhir ini karena kurangnya petugas keamanan.

UNJ memiliki kampus yang tersebar di empat daerah yaitu Kampus A dan Kampus B di Rawamangun, Kampus D di Halimun, serta Kampus E di Setiabudi. Total jumlah petugas keamanan UNJ saat ini sebanyak 75 orang. Setiap kampus mendapat jatah petugas keamanan dari 75 orang tadi. Menurut keterangan Riza, petugas keamanan Kampus A, petugas yang beroperasi di Kampus A sebanyak 8 orang untuk menjaga parkiran. “Empat orang bertugas untuk menjaga depan dan sisanya untuk menjaga belakang,” ujar Riza. Petugas keamanan di Kampus A menyatakan kewalahan dengan bertanggung jawab atas parkir. Sisa dari 8 orang tersebut didistribusikan ke Kampus B, D, dan E.

Menurut Hamdan Yusra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) saat ditanya mengenai keamanan UNJ, mengatakan bahwa  keamanan di UNJ kampus A masih kurang. Bisa dilihat dari kasus kehilangan pada helm masih terjadi setiap harinya. “Kehilangan helm banyak terjadi di parkiran spiral karena kurangnya pengawasan parkir,” ujar Hamdan. Selain Hamdan, beberapa mahasiswa lainnya juga mengalami kehilangan helm seperti yang dialami oleh Intan, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS).

Berbeda dengan Kampus A, ketiga kampus lainnya tidak banyak terjadi kejahatan. “Di kampus saya, kejahatan sepertinya tidak ada,” ujar Indah Ari salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang kampusnya berlokasi di Setiabudi. “Kejadian Kriminal hanya terjadi di luar, di dalam mah nggak ada,” Kata Untung , anggota Satuan Pengamanan (Satpam) Kampus E dengan percaya diri saat diwawancarai oleh DIDAKTIKA, Senin, 21 November 2016.

Petugas keamanan di Kampus D mengeluhkan bahwa salah satu kendala dalam keamanan kampus adalah kurangnya alat komunikasi. Sementara fasilitas lainnya dinilai oleh petugas keamanan sendiri cukup memadai seperti pos permanen yang bisa dibandingkan dengan Kampus D.

Berdasarkan penjelasan Untung menyatakan bahwa Kampus E agak berbeda dengan Kampus D dan Kampus di Rawamangun (A dan B). Salah satu faktor yang mendukung kerja petugas keamanan di Kampus E adalah bentuk bangunan yang memiliki satu pintu yang sangat memudahkan monitoring oleh personil keamanan ditambah lagi dengan dibangun berdekatan dengan kantor polisi. Kampus E di Setiabudi hanya memiliki satu gerbang yang tepat disamping pos satpam yang memudahkan personil keamanan untuk monitoring keadaan kampus. “Kalo untuk satu pintu ideal,” tambah Untung.

Kampus D di Halimun masih memiliki masalah serupa dengan Kampus A mengenai keamanan. “Kita memiliki 6 pintu kecil yang membuat orang bisa keluar masuk,”  kata Sukarna , anggota Satpam Kampus D yang sudah bertugas selama dua tahun .Dia mengeluhkan bahwa luas area yang memiliki banyak pintu kecil dari berbagai arah menyulitkan monitoring yang hasilnya kurang maksimalnya proses penjagaan keamanan.


Annisa Nurul Hidayah Surya

Faisal Bahri

Nining Kurnia Ningsih

Talitha Amalia

guest83

Author

guest83

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *