Mahasiswa Kerepotan Akibat SIAKAD Rusak

No Comment Yet

Surat Laporan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Negeri Jakarta (Pustikom UNJ) kepada rektor pada 20 Desember 2018 menjabarkan kerusakan server database utama pengelolaan data akademik UNJ. Database tersimpan dalam perangkat IBM AS400 yang berumur lebih dari sepuluh tahun mengalami kerusakan serius/fatal.

Kerusakan tersebut mengakibatkan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) UNJ tidak dapat diakses. Padahal unsur akademis seperti transkrip nilai, pendaftaran wisuda, pengisian data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI), dan sistem absen hanya bisa diakses melalui SIAKAD.

Menghadapi hal tersebut, Gilang Raharjo, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro, terpaksa mengurus cetak transkrip nilai untuk proses skripsi. Ia menjelaskan, saat ini cetak transkrip nilai dilakukan secara offline. Ia harus meminta data dari prodi yang ditandatangani kepala prodi (kaprodi). Kemudian, dibawa ke Biro Akademik dan Hubungan Masyarakat (BAKHUM). ”Kalau online gak ribet, langsung print dari SIAKAD dan diproses ke BAKHUM. Gak usah nunggu kaprodi yang suka sulit untuk ditemui,” tutur mahasiswa angkatan 2013 tersebut.

Eka Mardiana, mahasiswi Prodi Teknik Elektro 2015 juga mengeluhkan hal sama. Eka mengatakan karena SIAKAD rusak, jadi merepotkan mahasiswa. Menurut Eka, saat ini mengurus kegiatan akademik jadi terhambat. “Kayaknya seharusnya sekarang sudah bisa lihat nilai di SIAKAD. Tapi karena masih rusak, jadi belum bisa lihat nilai,” tuturnya.

Senada dengan Eka, Ferdiansyah pun menyatakan kesulitan memproses kegiatan akademik yang berhubungan dengan SIAKAD. Seperti cetak transkrip nilai dan sistem absen. Ferdi pun mempertanyakan apakah pihak UNJ mengadakan maintenance berupa pengecekan berkala terhadap SIAKAD. Menurutnya itu penting untuk menghindari kerusakan yang parah. “Harusnya sih ada maintenance,” ujar mahasiswa prodi Ilmu Komputer itu.

Tim Didaktika mencoba menemui Kepala Pustikom Ficky Duskarnaen, namun, ia enggan untuk berkomentar mengenai kerusakan SIAKAD. “Jika saya diwawancara kalian (Tim Didaktika), saya akan kehilangan banyak waktu untuk memperbaiki SIAKAD,” tegasnya.

Lalu, Tim Didaktika menemui Achmad Ridwan, Wakil Rektor (WR) IV yang sekarang merangkap sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Rektor (WR) I Bagian Akademik, ia mengatakan kerusakan disebabkan oleh server yang mati. Ridwan mengatakan selama ini UNJ tidak pernah menganggarkan biaya maintenance untuk SIAKAD. Ia menduga tidak adanya maintenance karena UNJ belum memiliki sumber daya manusia yang mempuni dalam bidang tersebut.

Ia mengatakan solusi jangka pendek ialah  menyewa server baru yang berbeda dari server IBM AS400 selama tiga bulan. UNJ menyewa server tersebut sejumlah Rp80 juta. Untuk pembelian server baru, Ridwan mengatakan waktunya belum memungkinkan, karena biaya yang sangat mahal jadi harus melalui pelelangan.

Namun, Ridwan mengatakan saat server baru sudah dimigrasikan ke program SIAKAD, data semester 109 tidak termigrasikan dengan baik. Banyak dosen yang jadwal mengajarnya tidak sesuai dengan mata kuliah yang diampunya. “Kan jadi gabisa isi nilai,” ucap Ridwan saat ditemui Tim Didaktika pada 4 Februari 2019.

Lalu, Ridwan melanjutkan untuk memecahkan masalah ini, ia akan memanggil seluruh prodi untuk mengumpulkan data semester 109 untuk dimasukan ke server baru. “Sampai saat ini ada tinggal lima prodi yang belum mengumpulkan data,” ujarnya.

Reporter: Ahmad Qori Hadiansyah

Penulis: Uly Mega Septiani

Editor: Faisal Bahri

redaksi304

Author

redaksi304

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *