Sebuah Pesan dari Kabar Burung

No Comment Yet

Kabar Burung terbentuk dari persekawanan antarmahasiswa UNJ. Band yang baru saja merilis album bertajuk “Pesan” ini menyampaikan pesan melalui lirik-liriknya.

Kabar Burung merupakan grup musik (band) dengan tujuh personel. Masing-masing personel, Kibar M. Pembela (Vokal dan Trumpet), Nalendra Yusa Faidil (Gitar), Juan Alberto (Backing Vokal dan Gitar), Cakra Gumilang (Bass), Ryan Rizki Ramanda (Drum), Danang Estu (Keyboard), dan Fachri Fajarudin (Biola). Berlatar dari perkawanan bersama mahasiswa antar dua jurusan yaitu Pendidikan Bahasa Inggris dan Seni Musik di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). 

Kabar Burung mulai hidup sejak 2013. Duet Kibar dan Yusa yang mengawalinya. Penambahan personel dilakukan atas saran dari senior mereka. Saat itu, grup ini mendapatkan tawaran manggung dalam acara berformat band. Masuklah Ryan, Cakra, lalu Danang, Juan dan terakhir Fachri mengisi grup tersebut.

Awalnya, grup ini belum memiliki nama yang pasti. Kibar pun membenarkan hal itu, “kita sebelum punya nama selalu diskusi dulu setiap ingin naik panggung.” Pada 2017, grup ini menamakan dirinya “Kabar Burung”. Nama tersebut bermakna bahwa musik mereka akan membawa pesan kepada pendengar. Selain itu, Kabar Burung juga dimaknai sebagai “perkenalan di awal‟. Artinya, setiap personel percaya bahwa musik adalah sarana yang strategis untuk mengenalkan diri mereka.

Selain itu, Kabar Burung juga belum pernah menyepakati genre yang diusung. Penentuan genre musik dilakukan setelah pembuatan lagu dan disepakati secara bersama. Akhirnya Kabar Burung mengusung musik bergenre pop. “Pemilihan genre pop hanya untuk menyederhanakan saja, pop juga sekarang sedang menjadi trend dan berharap band kita jadi populer,” ucap Kibar.

Meskipun band ini terbentuk dari mahasiswa UNJ, Kabar Burung tidak ingin disebut sebagai band kampus. Band yang berawal dari kampus Rawamangun ini juga mendapat perhatian dari para penggemarnya. Berbagai panggung telah dicicipinya, mulai dari dalam kampus sampai luar kampus. “Kita sudah ngisi di cukup banyak tempat di sekitaran Jakarta, seperti Kedubes Bekasi, I-Six Bar Kemang, Kios Ojo Keos. Kalau di UNJ sendiri di acara Seni Kumpul di Tengah, Erafest, dan Jakarta Enam Senar,”  ucap vokalis Kabar Burung.

Menghadirkan Pesan

Pada awal Maret, band ini merilis album perdana berjudul Pesan. Lagu-lagu di dalam album “Pesan” menawarkan pecah suara vokal yang menyuguhkan harmoni. Pesan terdiri dari 9 trek, yaitu (1) Telepon, (2) Adinda, (3) Bersua Denganmu, (4) Pesan, (5) Cemas, (6) Kamu Rahasia, (7) Tak Ada Kata, (8) Hujan, dan (9) Waktu, Kita, Rasa. Lagu-lagu yang mengisi album ini berisi materi dan merepresentasikan kisah kehidupan juga percintaan. Lagu-lagu yang mereka buat rata-rata bertema keseharian yang didapat dari pengalaman antar personel, seperti lagu yang berjudul “Cemas”.

Lirik dari lagu tersebut menggambarkan percintaan sepasang insan, yaitu menceritakan kecemasan seorang pria terhadap pasangannya yang tidak bisa menjamin sebuah kebahagiaan berbentuk materi. Dalam pembuatan lirik Kabar Burung memerhatikan berbagai kalimat yang ingin dipakai. Tujuannya, agar lirik tersebut otentik dan berkesan di telinga pendengar dan pesannya tersampaikan.

Gozi selaku manajer Kabar Burung pun menyampaikan bahwa dalam penulisan lirik memang harus memperhatikan materi yang dimasukkan. “Kita berusaha dalam pembuatan musik yang bertema cinta menjadi tidak terkesan cengeng, kami percaya musik yang baik itu dibarengi dengan lirik yang baik” ungkapnya.

Yos, kepala dari grup kolektif Sunday Kolektifa sekaligus pengamat musik turut memberikan pendapat mengenai kabar burung. “Dari sisi sound mereka, gua suka banget karena ada glockenspiel-nya tapi dibalut sama instrumen gitar dan biola yang buat Kabar Burung terkesan pop serius tapi tetap dengan bungkusan mood yang bikin happy,” ucap pria berusia 24 tahun tersebut.

Senada dengan Yos, Giat, pemilik Coffee Shop Adul di kawasan Pademangan dan penikmat musik metal mengutarakan pujiannya terhadap Kabar Burung. “Musik dari Kabar Burung asik didengar, yang gua suka dari lagu mereka berisi beberapa penggal kata saja, namun musiknya pun kaya. Pesan dalam lagu mereka bisa tersampaikan kedalam hati gua,” ujarnya.

Pujian juga datang dari Dika, Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah 2017. Ia mengagumi lagu-lagu Kabar Burung yang sederhana, tetapi dibalut musik yang terdengar enak dan dapat dinikmati semua kalangan.

Kabar burung pada tanggal 13-16 juli baru saja melakukan Tour yang bertajuk “Pulang Ke Kotamu” di Yogyakarta. Kedepannya, mereka akan merilis album fisik berbentuk Compact Disk (CD) dan merchandise berupa kaos. Sementara ini, karya mereka bisa didengar melalui kanal musik online seperti Spotify dan Youtube.

Penulis: Fahmi Ramdhani

Editor: Ahmad Qori Hadiansyah

Lirik Lagu Cemas - Kabar Burung
Jika intan berlian yang engkau inginkan
Maaf aku tak bisa berikan
Karena yang aku punya
Hanyalah cinta dan kesetiaan
Jika bunga mawar yang engkau inginkan
Maaf aku tak bisa berikan
Karena yang aku punya
Hanyalah nada dan lirik sederhana
Yang tak akan layu walau engkau simpan
Hingga akhir zaman

Tak perlu kau cemas kesetiaan janjiku kepadamu
'Kan kujaga hingga akhir perjalanan cintaku kepadamu
Tak perlu kau tanya kesetiaan janjiku kepadamu
Kau dapat menguji hingga akhir waktu kapan pun engkau mau

Jika intan berlian
Tak perlu kau cemas kesetiaan janjiku kepadamu
'Kan kujaga hingga akhir perjalanan cintaku kepadamu
redaksi304

Author

redaksi304

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *