Tiga Kriteria Rektor yang Dibutuhkan UNJ

No Comment Yet

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memasuki episode baru, proses pemilihan rektor untuk periode 2019-2023 sedang berjalan, sudah memasuki penyampaian visi, misi dan program kerja. Dalam pekan ini proses musyawarah pemilihan di senat universitas akan berlangsung. Berbagai pertanyaan muncul dari kalangan akademisi internal UNJ, pegawai dan mahasiswa juga ada pertanyaan dari akademisi eksternal UNJ. Pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul diajukan kepada penulis diantaranya “Kira-kira anda dari aliansi dosen UNJ mau mendukung siapa?” “Siapa yang layak jadi Rektor?” “Calon Rektor siapa yang memiliki dukungan banyak dari senat UNJ?”. “Siapa calon Rektor UNJ yang didukung Menristekdikti?” “Siapa calon Rektor UNJ yang memiliki dukungan politik?”

Bagi penulis, pertanyaan-pertanyaan diatas bukan pertanyaan penting untuk dijawab sebab terkesan sangat politis. Jawabanya memasuki arena yang disebut politik kampus dan elit, ada semacam kesan bahwa ada proses-proses politis dalam proses sirkulasi kekuasaan pemilihan rektor di Universitas jika pertanyaan-pertanyaan diatas diurai satu persatu. Jika penulis tidak mau terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan politis, lalu apa yang penting untuk menjelaskan tentang proses sirkulasi pergantian orang nomor satu di UNJ ini?

Pertanyaan-pertanyaan substansial yang justru patut diajukan dalam proses sirkulasi pergantian rektor UNJ saat ini, bukan pertanyaan politis apalagi pertanyaan pragmatis. Sebab UNJ yang secara kuantitas sebagai kampus besar di Jakarta dengan mahasiswa sekitar 30.000 dan prestasi non akademik yang membanggakan Indonesia di mata dunia terutama di bidang olahraga dan kemahasiswaan, namun secara akademik sejak kasus satu program studi di pascasarjana menyita perhatian publik, citra UNJ mengalami erosi marwah. Oleh karenanya pertanyaan-pertanyaan substansial yang mestinya patut diajukan.

Di antara pertanyaan substansial yang patut diajukan adalah “Bagaimana arah masa depan UNJ?” “Sanggupkan para calon Rektor UNJ yang sedang berkontestasi mampu membawa UNJ mencapai visi masa depannya?” “Kriteria calon Rektor seperti apa yang mampu membawa UNJ menggapai mimpinya?”. Saya kira tiga pertanyaan mendasar itu yang patut kita jawab untuk diuraikan dalam artikel singkat ini.

Pertanyaan tentang arah UNJ mau dibawa kemana itu pertanyaan tentang visi, pertanyaan penting untuk diurai. Dalam laman resmi UNJ yang juga merujuk statuta UNJ, visi UNJ tertulis sangat jelas yaitu Menjadi Universitas Bereputasi Di Kawasan Asia. Satu mimpi penting yang dibarengi dengan kesadaran bahwa untuk menjadi Universitas kelas dunia mesti bertahap melalui episode reputasi di kawasan terlebih dahulu, dan UNJ sadar kawasan yang dimaksud target Visi adalah kawasan Asia.

Makna reputasi dalam literatur vocabulary.com disebutkan dapat dimaknai sebagai the general belief or opinion that other people have about you. If you are considered trustworthy and kind, you have a good reputation. Jika merujuk perspektif ini maka bereputasi di kawasan Asia itu artinya UNJ dipandang oleh publik (pandangan umum) di kawasan Asia sebagai perguruan tinggi yang berkualitas dan karenanya dapat dipercaya. Pertanyaannya bagaimana publik dikawasan Asia percaya dan menilai baik tentang UNJ?

Jawaban paling umum untuk standar universitas yang diakui dunia adalah seberapa banyak dan seberapa berkualitas karya akademik atau karya riset para ilmuwannnya diakui dunia, dirujuk dan diperbincangkan dimata para ilmuwan dunia. Ada sejumlah contoh kampus-kampus terkemuka di kawasan Asia yang sudah memiliki reputasi dunia, menurut QS World University Ranking (2019) ada sepuluh kampus terkemuka di kawasan Asia yaitu Nanyang Technology University, National University of Singapore, Tsinghua University, the University of Tokyo, The University of Hongkong, Peking University, Kyoto University, Seoul National University, The Hong Kong University of Science and Technology, Korea Advanced Institute of Science and Tecnology.

QS World University Ranking menggunakan 6 indikator penting dalam pemeringkatan yaitu: Reputasi akademik, Reputasi lulusan, Rasio fakultas dan mahasiswa, Kutipan jurnal ilmiah, Fakultas internasional dan Mahasiswa Internasional. Bagaimana dengan UNJ saat ini? Pencapain rangking UNJ versi Kemenristekdikti tahun 2018 UNJ berada pada posisi 19, tahun 2019 ini mengalami penurunan hingga posisi 59 dari 100 terbaik versi Kemenristekdikti.

Pertanyaan berikutnya yang patut diurai secara singkat adalah sanggupkan para calon rektor UNJ yang sedang berkompetisi itu mampu mewujudkan mimpi UNJ bereputasi dikawasan Asia? Tentu tidak mudah untuk menilai delapan calon rektor yang ikut dalam kontestasi tersebut. Sebab masing-masing calon rektor perlu dibongkar pengalaman internasionalnya baik dalam konteks kemampuan kerjasama internasional maupun pengalaman akademiknya di dunia internasional. Oleh karenanya, jawaban atas pertanyaan tersebut dapat dilihat pada jawaban atas pertanyaan “Kriteria calon Rektor seperti apa yang mampu membawa UNJ bereputasi di kawasan Asia?”

Saya merenung sejenak untuk menjawab pertanyaan tersebut, bahkan tersentak akal sehat saya karena membayangkan bagaimana bisa para calon Rektor itu membawa UNJ seperti Nanyang Technology University, National University of Singapore, Tsinghua University, atau the University of Tokyo ?. Sungguh berat UNJ menggapai mimpi, setidaknya mari kita introspeksi sambil bertanya-tanya adakah diantara delapan calon rektor itu selain memiliki integritas anti korupsi juga memiliki tiga kriteria utama untuk secara bertahap mampu membawa UNJ bereputasi dikawasan Asia , yaitu memiliki pengalaman jaringan internasional yang luas, memiliki reputasi keilmuan yang memadai di kawasan Asia, dan memiliki kemampuan manajerial yang mampu membawa UNJ bereputasi di kawasan Asia. Mari merenung dan kita cermati secara seksama tiga kriteria itu. Jangan salah melangkah UNJ.

Ubedilah Badrun, Anggota Aliansi Dosen UNJ, analis sosial politik UNJ, dosen Program Studi Sosiologi FIS UNJ

redaksi304

Author

redaksi304

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *