Cibulao dan Ragam Manfaat Kopi

No Comment Yet

Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian di Indonesia. Menurut data Kementerian Pertanian RI (Kementan RI), Indonesia merupakan produsen kopi terbesar setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia dengan produksi tahunan mencapai 600.000 ton.

Sebuah kampung di Kabupaten Bogor turut menjadikan kopi sebagai bahan pertanian masyarakat setempat. Kampung ini adalah Kampung Cibulao, yang terletak di Desa Tugu Utara–berdampingan dengan kawasan hutan lindung. Selain bertani, Kampung Cibulao juga mengembangkan agrowisata Kampung Kopi. Lahan agrowisata disediakan oleh Perhutani untuk masyarakat agar dapat melakukan penanaman dan pengolahan kopi.

Dalam agrowisata Kampung Cibulao, terdapat pengenalan berbagai jenis kopi oleh pendamping wisatawan. Jenis kopi tersebut adalah Arabica dan Robusta. Menurut Karyono, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao, Arabica yang ada di Kampung Cibulao adalah peninggalan Belanda, yaitu Tipika—kopi induk Arabica. Sedangkan, kopi Robusta pun memiliki rasa unik karena keberadaan pohon endemik di sekitar pohon kopi tersebut.

Kopi robusta yang dihasilkan para petani Kampung Cibulao telah mendapat pengakuan nasional sebagai kopi terbaik dengan diperolehnya juara 1 pada kontes lomba kopi Fun Robusta pada 2016, “yang awalnya masyarakat kampung sini tidak percaya pembudidayaan kopi dapat berkembang, justru bisa memenangkan lomba di tingkat nasional,” ujar Karyono. Ia menyatakan bahwa dirinya sendiri bahkan tidak menyangka.

Di balik prestasinya tersebut, Karyono memaparkan alasannya memilih kopi untuk ditanam. Menurutnya, kopi memiliki manfaat yang cukup banyak. Manfaat utamanya adalah sebagai konservasi “Sebab itu saya lebih suka menyebutnya dengan istilah kopi konservasi,” tutur Karyono.

Kopi konservasi yang dimaksud adalah penanaman dan pembudidayaan kopi dengan mengutamakan pelestarian dan perlindungan alam. Penanaman kopi pertama kali di Cibulao dilakukan oleh Karyono dengan tujuan mencegah penebangan pohon yang kerap dilakukan oleh masyarakat sekitar. Alasannya karena ia optimis bahwa kopi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kalau ekonomi masyarakat baik, gak akan ngambil kayu bakar lagi di hutan karena harga has LPG mahal,” ujarnya.

Di Kampung Cibulao sendiri, sebenarnya juga terdapat perkebunan teh. Namun, pada perkebunan teh masyarakat berada di posisi buruh. Beda dengan perkebunan kopi, warga bukanlah sebagai buruh yang gajinya ditentukan pabrik. Warga merupakan pemilik perkebunan kopi dan bisa menentukan sendiri harga kopi.

Karyono menyatakan, warga yang menjadi buruh pabrik teh mendapatkan penghasilan 15.000/1kg atau sekitar 300.000-1.000.000 perbulan. “Ndak cukup untuk sehari-hari, apalagi juga punya anak sekolah,” tuturnya. Hal ini tentu saja membuat Karyono memikirkan alternatif lain untuk menambah pemasukan. Dengan alasan ekonomi ini, ia pun memilih kopi sebagai jalan keluarnya.

Sejak budidaya kopi dijalankan pada 2008, hasilnya mulai terlihat ketika masa panen dan sudah dipasarkan. Dengan keuntungan kopi yang lebih menjanjikan ini, kopi meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kampung Cibulao. “masyarakat pun tidak menebang pohon sembarangan lagi,” ujarnya.

Selain sebagai konservasi dan menguntungkan dalam segi ekonomi, manfaat lain dari kopi adalah untuk konsumsi. Kopi bisa dijadikan perasa makanan maupun diolah menjadi minuman.

Karyono juga menjelaskan bahwa kopi dapat diolah menjadi produk kecantikan. Sejalan dengan Karyono, jurnal penelitian berjudul ‘Pemanfaatan Ampas Kopi sebagai Solusi Alternatif Perawatan Kulit pada Remaja karya Intan Putri Permatasari menyatakan hal serupa. Menurut Intan, ampas kopi dapat diolah menjadi masker wajah.

Dalam jurnal tersebut dijelaskan, ampas kopi mengandung beberapa antioksidan yang baik bagi kulit, seperti polifenol, flavonoid, dan dicaffeoylquinic AC yang dapat menangkal radikal bebas. Ampas kopi juga bermanfaat untuk mengangkat sel kulit mati.

Begitupun dalam segi kesehatan, karyono menyatakan bahwa kopi yang diolah dengan benar memiliki khasiat untuk tubuh. Kandungan kopi harus dijaga kualitasnya dengan memerhatikan proses pengolahan kopi. Dilansir dari jurnal penelitian ‘Identifikasi Daging Buah Kopi Robusta’ yang ditulis oleh Muhammad Ridwan Harahap, kopi mengandung kafein yang merupakan senyawa kimia alkaloid dan dikenal sebagai trimetilsantin. Jumlah kandungan kafein pada kopi adalah 1-1,5%. Kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin, dan dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina serta penghilang rasa sakit. Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah sebagai penyaing fungsi adenosine (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa dapat membuat orang cepat tertidur).

Dengan begitu banyak manfaat kopi, tidak heran bahwa kopi menjadi komoditas yang banyak dicari. Industri kopi kian tahun pun terus tumbuh. Pada kancah internasional, produk kopi olahan Indonesia meningkat setiap tahunnya untuk diekspor.

Penulis/Reporter: Rena dan Fadhlan

Editor: Annisa N.

redaksi304

Author

redaksi304

Up Next

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *