Nasib ORMAWA UNJ di tengah Pandemi

No Comment Yet

Pandemi menjadi situasi yang sulit bagi Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dalam melaksanakan kegiatan. Pasalnya, beberapa pengurus Ormawa mengakui bahwa banyak anggotanya yang tidak bisa mengikuti kegiatan karena harus melakukan pembatasan fisik.

Meskipun begitu, beberapa Ormawa tidak habis rencana. Selama situasi pandemi, Ormawa tetap aktif berkegiatan melalui penyesuaian dengan kondisi yang ada.

Seperti yang diungkapkan oleh Jalu Asma’u Pamungkas. Divisi Humas Racana UNJ ini, ia mengatakan bahwa keadaan pandemi ini membuat mereka harus merombak banyak acara dan program kerja mereka.  Terutama program-program yang biasanya dilakukan Outdoor seperti SILATBAR (Silaturahmi akbar bersama anggota dan alumni RACANA), Kegiatan Silatbar ini, kata Jalu, sama halnya dengan masa orientasi bagi calon anggota baru RACANA. “Biasanya kegiatan ini dilakukan di outdoor,” ucap Jalu.

Penerimaan calon anggota baru juga harus diundur. Mengingat kegiatan ini lebih efektif saat offline. “Untuk pelantikan akan kami usahakan secara offline, karena feelnya gak bakal berasa gitu. dan itu dilakukannya di 2021 pasti” Menurutnya kegiatan ini tidak akan efektif bila dilakukan secara online. Mereka menunggu hingga kondisi memungkinkan untuk outdoor, yang kemungkinan akan terjadi di tahun 2021.

Hal yang sama terjadi dengan event-event nasional seperti LATGAPNAS PERTI (Latihan Gabungan Nasional Perguruan tinggi se-Indonesia), karena pandemi akhirnya acara LATGAPNAS PERTI ditunda dulu untuk sementara. Acara ini dulunya dilakukan di Kalimantan pada tahun 2019, dan di ikuti oleh banyak perguruan tinggi di Indonesia.Jalu juga mengatakan bahwa di tahun 2020 harusnya UNJ lah yang menjadi tuan rumahnya. Sayangnya akibat situasi ini, acaranya diundur.

Selain banyak kegiatan yang diundur, Jalu juga mengatakan bahwa banyak pula personil yang pulang kampung “Anggota itu kebanyakan pada pulang kampung, karena ada pandemi dan keputusan dari Kementerian Pendidikan untuk kuliah online,” Kata Jalu.

Akhirnya, walapun banyak anggota yang pulang kampung, RACANA tetap melakukan kegiatan dengan personil yang minim. “Jadi, setiap kegiatan kemaren itu, paling ga sampe 10 orang, kemarin saja. Workshop digital, panitianya cuma 6 orang,” kata Jalu dengan tersenyum.

Saat sedang berbincang, Jalu mengatakan bahwa mereka juga sedang melakukan bansos dalam rangka acara UNJ peduli. Jalu mengaku bahwa ia bersama rekan-rekan RACANA di rekrut bergabung menjadi volunteer dalam acara yang di bentuk oleh WR3 dan WR4 ini. “Kita juga memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar UNJ, mahasiswa, dan karyawan”. Jalu juga menegaskan bahwa sembako yang sudah mereka berikan berjumlah sekitar 4.000 sembako dalam satu bulan.

ORMAWA lain yang lebih banyak memanfaatkan kegiatan outdoor juga sangat terpukul dengan keadaan ini. Seperti UKO (unit kegiatan olah raga). Ketua UKO Rizki Arifin berbicara bahwa mereka juga merombak hampir seluruh kegiatan mereka, ujarnya Rizki sang ketua “Hampir keseluruhan sih, sampai kejuaraan yang bisa diadakan secara virtual, kami adakan secara virtual”.

Adapun kegiatan yang diubah menjadi virtual adalah kegiatan-kegiatan yang sifatnya penampilan. Seperti Beladiri, mereka adakan lomba seni beladirinya secara virtual. Lalu di cabang olahraga sepak bola, mereka mengakalinya dengan lomba freestyle dan juggling secara virtual. Akan tetapi untuk cabang olahraga yang harus bertanding dialihkan ke kegiatan webinar.

Sama halnya seperti RACANA, UKO juga melaksanakan kegiatannya dengan personil yang minim. Bedanya sebagian personil mereka tidak diizinkan untuk keluar rumah oleh orang tua mereka. Dengan alasan takut terpapar virus COVID-19. “Karena di kondisi seperti ini, ada yang memang orangtuanya saklek, Khawatir membawa virus dari luar lalu keluarganya terkena,” kata Rizki.

Ketua UKO sendiri mengaku mendapat tantangan tersendiri dari keadaan ini untuk tetap mengadakan pertandingan-pertandingan. “Kita mendapat tantangan juga untuk mempertahankan prestasi seperti yang telah kita capai saat mengadakan kegiatan POMNAS (Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional). Nah juara umumnya kan banyak yang dari jakarta dan atlet-atletnya kebanyakan dari UNJ,” tambahnya. UKO sendiri saat ini juga sedang mempersiapkan klub olahraga mereka untuk mengikuti kejuaraan yang diadakan oleh BAPOMI (Badan Pengurus Olahraga Mahasiswa) Jawa Timur.

Rizki juga mengatakan bahwa perekrutan anggota baru harus ditunda terlebih dahulu. “Biasanya di rekrutmen itu kan kita ada festival olahraga pengenalan cabang-cabang olahraga UNJ ke calon anggota atau mahasiswa baru, lalu selanjutnya ada pengenalan UKO itu sendiri, terus ada pelatihan dasar. Nah kalu itu kan sifatnya pemberian materi jadi masih bisa secara daring.”

Namun, Rizki menjelaskan untuk rangkaian acara LDKO (Latihan Kepemimpinan Dasar Organisasi) tak bisa dilakukan secara daring karena kurang efektif. Ia khawatir apabila LDKO dilaksanakan secara daring, materi yang disampaikan akan tidak diterima dengan baik, terutama tentang nilai-nilai organisasi yang akan disampaikan.

Beberapa ORMAWA seperti SIGMA TV tetap melakukan kegiatan mereka seperti syuting dan mempersiapkan karya-karya mereka. Namun, Panggih, Ketua Umum SIGMA TV mengutarakan kendalanya di sinyal. “Banyak teknis-teknis bahkan hampir 70% dari kegiatan kita lebih mengandalkan persiapan teknis ketimbang persiapan konsep, dan konsep yang paling mendasar adalah koneksi internet kita. Kalo koneksi internet kita udah mati ya udah. Selesai semua.” tutup Panggih.


Penulis/Reporter: Asbabur Riyasyi

Editor: Ahmad Qori

redaksi304

Author

redaksi304

Up Next

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *